Contra Bass, Blues, dan Harmonika Diatonik
By: Karel
Diprakarsai oleh dua orang kawan baik, adalah manusia bernama Alkin (vokal) dan partner in crimenya Toinx (gitar), band ini sudah melalui proses cukup panjang dengan beberapa kali perubahan formasi namun tetap bisa mempertahankannya selama tujuh tahun dan tetap diakui di komunitas rockabilly maupun rock n roll, salah satunya komunitas Jakarta "Rockabilly (JakBilly)". BoRock N Roll, sebuah band asal Klender, Jakarta Timur yang lahir di akhir tahun 2006. Telah melahirkan satu buah EP dan merilis full album dengan titel “Sodap!!”.
Berawal dari gig komunitas, para personil sedikit-sedikit menabung untuk ongkos pulang-pergi, hingga akhirnya bisa untuk membeli seperangkat alat musik sendiri, kecuali drum (on progress).

Dalam setiap aksi, semua musisi dituntut memperlihatkan musikalitas dan diferensiasi unik sebagai daya tarik di telinga dan mata penggemarnya. Begitu juga Borock N Roll, tak hanya skill yang diutamakan, mereka menciptakan Indo-Borock Theme dan perform seperti dansa khas sang vokalis yang mengingatkan kita pada legendaris rock n roll, kepiawaian pembetot contra bass, gaya tengil duo gitaris, sentuhan elegan dari saxophonist, dentingan piano bak Jerry Lee Lewis, nuansa blues dari harmonika diatonik, ditambah tabuhan drum menjadi riuh nada yang gembira, sebagai tanda orisinalitas karya.
Kombinasi nada-nada dari akar musik rock n roll yang dimainkan biasanya direstui para ‘Borockabilly’ dan ‘Borockabella’ (begitu sebutan fans Borock N Roll) dengan dansa boogie-woogie, jitterbug, tanpa hardcore moshing, yang bisa kita saksikan langsung di setiap aksinya. Satu kelompok dari Kampung Sumur, Klender, siap menciptakan keriuhan yang gembira, semangat kreatif, dan mensosialisasikan rock n roll di Indonesia, tentunya diiringi muda-mudi penikmat musik yang cerdas, anti pembajakan, dan senang berdansa.

Foto: BoRock N Roll Docs.
Comments (0)