Cosmicburp: Surga Kecil bernama Berhala (Bagian Satu)
Konsep berpikir kritis, menimbang, menganalisa, observasi, lalu kemudian memutuskan untuk menyikapi dengan bijak beragam isu perlu dilandasi dengan tujuan, memikirkan efek atau dampak sebab akibat dari yang ingin disampaikan dan juga mengamini hasil akhirnya. Diberkati dengan kemajuan arus teknologi informasi serta globalisasi tidak lantas membuat cerdas dan kritis masyarakat negara ini. Masyarakatnya, yang seharusnya kian maju dalam konsep berpikir dan bersikap, menyerap pengetahuan dan membuat filter sendiri, lantas menjadi jauh lebih primitif, tertutup dan malah kebablasan dalam hal melabeli orang lain.
Single "Berhala" milik Cosmicburp ini berkaitan erat dengan pandangan atas sikap itu. Bagaimana peran kita untuk tidak serta merta hanya didasari mencandai, unsur ketidaksukaan, tidak sepaham sekeyakinan, dan lantas berhak menghakimi orang lain.
Didiskreditkan karena alasan agama, keyakinan, pekerjaaan, profesi, status sosial sampai orientasi adalah kemunduran besar intelektual. Beri saja sedikit bumbu konspirasi, tuangkan kontroversi berbau sara, tidak lama muncul huru hara. Hal-hal seperti ini jelas membuat turun kelas sebuah bangsa dalam proses berpikir dan bersikap. Pun telah terjadi, maka berterimakasih-lah pada mereka yang melakukan pembodohan publik dengan cara men-cap individu atau satu kaum melalui medium tersebut.
Ketika tatanan pola pikir masyarakat negara maju maupun berkembang sudah memikirkan untuk "hijrah" ke planet baru sebagai pengganti bumi yang kian menua, di Indonesia masih berkutat dengan cap atau labeling yang dibiarkan tumbuh begitu subur di tengah-tengah masyarakatnya. “Berhala” menjadi berisi dengan kritik pedas Cosmicburp terhadap sebuah kemunduran dari pola berpikir dan sudut pandang sebagian besar warga Indonesia saat ini - yang katanya digaungkan bahwa masyarakat nya lebih prulal dan menjunjung tinggi-tinggi toleransi.
Comments (0)