Dadan Ketu:

Dadan Ketu: "Ketika Ikatan Emosional sudah Terbentuk, Ceritanya akan Berbeda"

Dadan Ruskandar, atau akrabnya Dadan Ketu adalah manajer dari Burgerkill sejak akhir tahun 2011. Sebelum terjun menjadi bagian dalam Burgerkill, ia sempat menjadi road manager dari Seurieus dan manajer dari banyak band underground seperti Jeruji, Runtah, dan lain-lain. Ia pun sudah terjun dalam perkembangan ranah musik independen sejak tahun ‘90an, salah satunya dengan membuat acara musik di tahun 1997.

Kali ini, ia fokus dalam manajemen Burgerkill. Ia bekerja bersama band metal yang sudah bisa dikatakan mapan dan salah satu band metal terbesar di Indonesia. Tentu, banyak hal khusus yang harus dia lakukan, mengingat Burgerkill sudah menjadi satu entitas yang besar. Menjadi manajer tidak hanya berarti sibuk dalam mengatur jadwal baik latihan maupun manggung. Bicara tentang Burgerkill dan ranah musik independen, menjadi satu tubuh yang solid adalah satu keharusan. Disini, ia berbagi cerita tentang bagaimana rasanya ketika menjadi salah satu pilar di dalam tubuh Burgerkill.

 

Terjun dalam tubuh Burgerkill itu tidak hanya tentang tugas formal sebagai manajer, tetapi berkaitan dengan ikatan emosional

"Kalau ditanya tentang tugas dari manajer, secara text book itu pasti sudah jelas kewajiban dan haknya. Semua manajer dari band manapun pasti memiliki job desk formal yang sama. Burgerkill menerima tawaran di panggung-panggung pun gak selalu memiliki standarisasi yang muluk-muluk, selama sesuai dengan produksi dan memang eventnya cocok untuk Burgerkill. Justru, sisi lain dari seorang manajer lah yang harus dilirik. Ketika sudah ada keterlibatan emosional yang lebih personal, ceritanya akan berbeda."

 

Harus mampu menjembatani segala hal yang berkaitan dengan band, baik secara general maupun personal

"Saya harus berani mengambil keputusan yang bisa diterima oleh semua, win-win solution lah. Semua pihak yang ada dalam Burgerkill adalah orang-orang pintar dan inovatif. Saya harus mampu menengahi ketika ide-ide muncul di antara mereka. Saya harus bisa membuat tiap personil dapat melihat cara pandang dari personil lainnya, supaya semuanya tetap bisa bergerak. Secara mendalam, menjadi manajer itu harus punya strategi dan semua manajer pasti punya strateginya masing-masing."

"Saya juga harus bisa jadi tempat curhat dari para personil, bahkan masalah-masalah di luar musik seperti masalah keluarga atau pertemanan. Di waktu yang sama, saya juga harus bisa jadi orang yang dipercaya mereka semua. Keterlibatannya memang lebih emosional. Dengan saya memahami lebih dalam tubuh si band secara personal, saya jadi bisa mengambil langkah-langkah terbaik. Ini pun mencegah adanya penyelewengan aset yang dimiliki si band."

 

Mental yang kuat adalah hal utama yang harus dipatri ketika berada di dalam ruang lingkup Burgerkill

"Ketika mengurus band sekelas Burgerkill, yang jelas dibutuhkan adalah ketahanan mental. Gak boleh gampang tersinggung, membuang jauh egoisme atau memikirkan diri sendiri, harus bisa menempatkan diri dan berusaha melihat dari sudut pandang player, menjadi jembatan antara Burgerkill dan pihak-pihak eksternal, dan memang harus lebih peka dan peduli."

 

Burgerkill adalah band yang tidak pernah kehabisan ide

"Burgerkill itu selalu memiliki ide-ide segar. Dalam tubuh Burgerkill itu selalu ada ide baru yang muncul, hasil dari tukar pikiran bersama. Burgerkill itu tidak stagnan. Tetapi, memang dari ide-ide yang muncul itu tidak semuanya bisa terlaksana, karena berbagai macam kendala. Hanya saja, 80% ide yang anak-anak buat itu bisa diwujudkan. Gimanapun caranya, saya harus bisa menjembatani itu."

 

Ide memang tak selalu dapat diwujudkan seluruhnya, tapi harus ada solusi terbaik untuk semuanya

"Yang jelas harus sabar dan menutupi apapun yang memang tidak sesuai harapan, bagaimanapun caranya, dan dalam hal apapun. Tentu, gak semuanya berjalan mulus, memang harus ada hal-hal tertentu yang dicover. Saya harus bisa terjun juga disitu, bukan malah anak-anak yang jadi korban. Enak atau nggaknya itu pasti ada, tapi so far, saya enjoy bergabung disini."

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner