Danger Music?

Danger Music?

Takehisa Kosugi

Cukup bertanya-tanya dengan penggalan kata di atas? Nah, agak antik nih aliran musik yang digagas oleh seniman avant garde asal Jepang, Takehisa Kosugi yang juga seorang staf pengajar di Tokyo Univesity of Ther Arts dan komposer sekalgus violinist yang tergabung dalam The Fluxus Movement. Beliau mengatakan bahwa aliran musik ini adal ‘revolusi’ dalam bidang musik. Hmm membuat penulis dan pembaca mengernytikan dahi tentunya.

Apa sih yang bikin antic dan unik?

Diatas panggung, kalo kalian berkesempatan menonton aksi panggung Takehisa Kosugi, kalian tidak akan menemukan satu pun alat musik atau instrumen. Karna yang dipakai menjadi ‘instrumen’ adalah benda-benda apapun yang nyeleneh yang dijadikan sumber bunyi.

Takehisa Kosugi tidak sendiri, muncul juga sebuah band yang dinamakan Hanatarash (Yamantaka Eye), adalah mereka berdua ini merupakan tokoh kunci berkembangnya aliran mahiwal (nyeleneh-red) ini. Contohnya adalah sebuqah konser yang digagas pada tahun 1988 lalu, dimana pada saat waktunya band ini beraksi, mereka tidak melengkapi diri dengan alat musik, melainkan beberapa alat berat. Tidak lama berselang sang vokalis mulai membantingi alat-alat tersebut. Dia juga terlihat mengambil beberapa potongan kaca di belakang panggung, dan membantingnya satu per satu. Lebih anehnya lagi, para penonton Nampak bersorai bahagi (entah apa yang mereka ‘makan atau minum’ ?) seolah-olah mereka sedang menyaksikan aksi pertunjukkan musik yang hebat sekaligus mengagumkan.

Yamantaka Eyes

Jika diperhatikan, danger music ini lebih  condong ke aksi pertunjukkan seni ketimbang bermain musik dan menghibur penonton di atas panggung.

Bagaimana friends, berniat membuat aliran ini di Indonesia?

Sumber : http://boombastis.com/

Foto : Net

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner