Daniel Natjaard: "Black Metal Tidak Hanya tentang Menjadi Sangar, Seram, dan Gelap"
Bagaimana ceritanya mas Daniel bisa terlibat di dunia musik black metal Surabaya dan apa yang membuat musik ini menarik?
"Hehehe... Keterlibatan di dunia musik black metal dimulai dari zaman-zaman kuliah, pertengahan tahun 1996. Sebenarnya, sudah cukup lama mengetahui dan mendengarkan lagu-lagu dari album band black metal mancanegara, kayak Worship Him dari Samael, Storm Of The Light’s Bane dari Dissection, juga black metal Amerika, Profanatica. Hanya saja di masa itu, kami cuma mengetahui kata serta genre grindcore dan death metal, sebelum pada akhirnya di penghujung tahun 1995 masuk ke 1996, mulai marak obrolan dan pernak-pernik perbincangan tentang black metal."
Seperti apa komunitas musik black metal di Surabaya hari ini?
"Masih keren dan rupawan seperti biasanya, seperti seharusnya. Cuma, mungkin dibutuhkan lebih banyak regenerasi dan pematangan materi dalam pembelajaran terhadap konteks, konten, dan esensi di dalam musik tersebut. Jadi, yang nantinya dieksplorasi bisa mencakup secara keseluruhan atau pun kurang lebih bisa menggambarkan garis besar benangnya, gak cuma melulu sebatas sangar, seram, gelap, dan dikelilingi hitam-hitam."
Sampai hari ini, citra black metal masih melulu dikaitkan dengan satanisme, baik dari pandangan orang awam atau penggiat black metal sendiri yang kadang menelan mentah-mentah bahwa black metal sama dengan tampil seseram-seramnya. Bagaimana mas Daniel menyikapi hal tersebut? Saya gak bicara tentang paham ya, Mas, hehehe...
"Kenapa senantiasa dikaitkan dengan satanisme, harusnya kembali lagi ke akar pembudaya munculnya musik black metal itu sendiri. Dalam hal ini, rujukannya ke Mayhem dan Burzum, yang di awal kemunculannya terang-terangan menyuarakan satanisme (salah satunya bisa dikupas di album De Mysteriic Dom Satanas), dan juga perlawanan terhadap salah satu agama atau dominasi kepercayaan di tempat mereka pada saat itu. Bahkan, kalau perlu juga langsung dikaitkan dengan pendahulu sebelum mereka, Venom, yang jelas-jelas mengidentitaskan tajuk albumnya dengan Welcome To Hell dan Black Metal.
Kesini-kesininya, black metal itu sendiri tidak melulu membahas tentang satanisme dan keanti-agamaan, sebagaimana sebagian besar musisi dari negara-negara asalnya yang juga mengalami proses pembelajaran dan pendewasaan akan konten terkait dalam black metal."
Comments (0)