Dari Album Musik Jadi Film? Memang Bisa?
Vira Talisa – Primavera (rilis tahun 2019)
Dalam album Primavera, Vira adalah primadona di dunianya sendiri. Semesta Vira dan Primavera dibangun atas keriaan musim panas, romantisme Cannes, serta sensibilitas menangkap warna musik pop Perancis 1960-an ala Françoise Hardy yang catchy. Gambarannya mungkin akan menjadi kebalikan dari apa yang Forgotten tawarakn di album Kaliyuga. Vira dengan album Primavera nya menawarkan suatu sore yang cerah, dan kamu memutuskan bersepeda mengelilingi kota, melarikan diri sejenak dari rutinitas yang membosankan atau tuntutan hidup yang terkadang begitu menyebalkan.
Mungkin jika gambaran soal romantisme Cannes, serta Perancis era 60-an yang Vira tulis dalam albumnya menjadi lebih menarik jika itu disajikan pula dalam medium film. Mungkin juga akan lebih menarik dari film ‘’Assalamualaikum Beijing’’ dan ‘’Wa'alaikumussalam Paris’’, yang mengetengahkan keindahan visual negara tersebut namun mungkin menjadi nir-makna karena dikaji tidak terlalu ‘dalam’. Mungkin juga cara Vira menulis cerita lebih punya ‘hati’ di dalamnya, di mana Primavera menangkap semua romantisme yang dirasakan oleh Vira dengan Perancis.
Coklatfriends mungkin bisa menambahkan album musik apa yang kiranya menarik untuk dijadikan film. Yang jelas, baik itu musik atau pun film keduanya merupakan media bagi si empunya karya untuk menyampaikan pesan. Apapun itu. Dan jika bicara film, sepertinya itu akan menjadi solusi praktis coklatfriends menghabiskan waktu di rumah, mengingat kondisi saat ini yang membuat kita tidak bisa terlalu sering berada di ruang publik. Stay safe, stay health, dan waktunya buat lanjutin movie marathon.
Comments (0)