Dari Anime Jepang Hingga Rhoma Irama Menghantui HoneybeaT Dalam Bermusik
“Uniknya Jepang bisa membuat musik versi mereka sendiri, kaya misalkan pop dibikin j-pop, rock dibikin j-rock. Jadi musik versi mereka, adaptasi tapi di modifikasi”, ujar sang basis, Gema.
Terbentuk tahun 2008 lalu, HoneybeaT awalnya banyak membawakan lagu cover version dari musisi Jepang. Hla ini diakui mereka karena banyak terpengaruh dengan film-film kartun sewaktu mereak masih kecil, hingga akhirnya soundtrack yang juga jadi bagian dari film-film kartun Jepang tersebut melekat di kepala, dan terbesitlah keinginan untuk membawakan lagu-lagu dari musisi Jepang tersebut. Karena ada romantisme tersendiri, yang dirasa menarik diikuti, hingga akhirnya mereka memberanikan diri untuk membuat lagu sendiri.
Pernah berganti-ganti gitaris sejak terbentuknya hingga sekarang, HoneybeaT juga hanya menyisakan satu orang vokalis dari yang tadinya berjumlah dua orang. Namun itu tidak menyurutkan mereka untuk menyerah, dan terbukti dengan sisa empat orang personil yang ada, mereka masih melaju dengan musiknya, yang diakui mereka sedikit banyaknya terpengaruh sebuah grup musik asal Jepang bernama Tokyo Jihen, dengan sang vokalis Sheena Ringo, hingga sang vokalis HonebeaT Nita Akhsana dijuluki Sheena Ringo-nya Indonesia.
“Uniknya Jepang bisa membuat musik versi mereka sendiri, kaya misalkan pop dibikin j-pop, rock dibikin j-rock. Jadi musik versi mereka, adaptasi tapi di modifikasi”, ujar sang basis, Gema.
Ketertarikan mereka akan anime rupanya menjadi perekat bagi tumbuhnya chemistry antar personil, pun begitu dengan musik Jepang. Diakui oleh mereka jika musik-musik Jepang hadir dengan gaya yang menurut mereka ‘nyeleneh’, namun justru disana mereka menemukan kebebasan berekspresi sebagai musisi. Namun meski musik-musik dari Jepang mereka anggap yang menyatukan HoneybeaT, ada juga pengaruh-pengaruh musisi lain di luar Jepang yang mereka anggap menjadi latar belakang musik mereka. Seperti misalnya sang kibordis Kautsar atau Oucank yang rupanya menggemari si Raja Dangdut Rhoma Irama sejak dia kecil.
Bicara tentang karya, sampai saat ini HoneybeaT telah merilis 3 buah album, sama satu buah EP. “kita suka banget produksi lagu, album, tapi kadang suka males atau lupa promo. Kita suka banget rekaman. Jadi bikin rekam, upload, dulu malah kita kasih gratisan di soundcloud, lalu di emailin satu-satu”, sang vokalis Nitha menambahkan. Namun jika bicara soal warna musik, mereka menuturkan jika mereka tidak ingin dikaitkan dengan satu genre musik tertentu. Penasaran seperti apa musik Jepang ala HonebeaT saksikan penampilan mereka di DCDC MusikKita pada tanggal 6 April 2019 bersama dengan solois perempuan yang namanya kerap muncul ke permukaan, Vira Talisa.
Comments (0)