DCDC ShoutOut! Day - Kabupaten Bandung Masih Belum Mengecewakan, Walau Tak Jadi Istimewa
Selepas hentakan garage rock, panggung di bawah kendali Jompay. Unit pop rock dari Soreang ini hadir dengan gitaris perempuan merangkap vokal utama. Secara musikalitas, mereka tampil baik. Namun, yang menjadikan mereka tampil tidak spesial adalah karena masih membawakan lagu orang lain. Walaupun akhirnya di lagu terakhir mereka hadir dengan dengan lagu karya sendiri.
Happy Man jadi band pamungkas yang tampil di panggung. Mereka adalah band yang berasal dari Jatinangor. Musik paduan hard rock, blues dan rock 'n roll era tahun 70/80an menjadi andalan mereka untuk menutup gelaran panggung DCDC ShoutOut! Day. Aksi vokalis yang atraktif dengan gaya vokal hard rock yang memanjat nada-nada tinggi membuat band ini tampil beda dan memukau Coklatfriends yang hadir malam itu. Aksi dua gitaris dengan permainan solo saling bersahutan di setiap lagu. Mereka memaksa penonton yang hadir untuk bergoyang di depan panggung. Walaupun, ide mereka untuk membawakan lagu orang lain pada akhirnya menjadi bumerang karena muncul kesan terlalu dipaksakan. Justru, komposisi lagu karya mereka sendiri mampu menghadirkan karakter mereka yang sesungguhnya. Total lima buah lagu dibesut dengan prima oleh Happy Man hingga waktu tepat berhenti di jam sembilan malam, sebagai tanda acara DCDC ShoutOut! Day Jatinangor harus berakhir.
Melalui DCDC ShoutOut! Day Jatinangor, potensi band di Kabupaten Bandung kembali bergeliat dengan semangat baru mereka. Generasi band yang hadir dan tersebar di kawasan Majalaya, Rancaekek, Cicalengka dan Soreang berhasil menghidupkan kembali dinamika komunitas musik di Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Keberanian, rasa percaya diri serta bangga dengan karya sendiri menjadi modal utama bagi perkembangan musik di Kabupaten Bandung. Produktif menghasilkan karya ditunjang dengan membangun jejaring dengan komunitas lain adalah langkah selanjutnya yang harus terus dilakukan. Ke depannya, jika semua itu sudah dilakukan secara simultan, maka rasanya Kabupaten Bandung dengan potensi bandnya akan menjadi ancaman baru bagi kemajuan musik independen.
Comments (0)