DCDC ShoutOut! Day: Gelaran Pertama di Kota Pringsewu, Lampung




Elka
Elka menjadi penampil ke empat. Penampilan mereka dibuka dengan sampling dan permainan synthesizer. “Dia” dari Rocket Rockers menjadi lagu pertama yang dibawakan dalam versi mereka. Selanjutnya adalah “Kau yang Terindah, “Di Langitku Indonesia” dan “Natural” (cover lagu D’Masiv). Band ini menyita perhatian. Dominasi pop-rock dibalut efek reverb dari gitar membuat mereka mampu menonjolkan karakternya. Bagi penyuka musik macam Angels and Airwaves, sepertinya Elka bisa menjadi alternatif lain untuk didengarkan. Kalau mereka tidak membawakan lagu cover, mereka akan jauh lebih menarik.


Om Leon, seniman jalanan Pringsewu
Setelah empat band, DCDC ShoutOut! Day Pringsewu dihentikan sejenak untuk jeda magrib. Setelah lebih kurang setengah jam, tiba-tiba saja ada kejutan. Ada seorang seniman jalanan bernama Om Leon yang “membajak” mini stage. Hanya bermodalkan ukulele, ia mencuri perhatian penonton di Pendopo Pringsewu. Ia membawakan tiga buah lagu, satu buah lagu berbahasa Jawa, satu lagu milik Nike Ardila dan satu lagu religi yang ia nyanyikan dengan sangat sederhana. Ia tampil sampai tiba waktu untuk jeda isya.
Setelah jeda isya, acara dilanjutkan dengan sharing session dari “kepala sekolah” DCDC ShoutOut!, yaitu Addy Gembel. Ia berbagi bersama Aomi seputar DCDC ShoutOut! dan beberapa hal yang berkaitan dengan perkembangan musik di Lampung. Hujan sempat turun, tetapi acara tetap dilanjutkan dan malah membuat para pengunjung makin intim dan berkumpul di satu titik.




Sharing session bersama Addy Gembel dan Aomi
Tidak hanya mereka berdua, beberapa teman-teman dari Lampung juga diundang ke atas panggung. Pertama, adalah vokalis dari Starlight Says Jr. Benar saja, ia dikritik karena membawakan lagu cover. Tak hanya dia, band-band lain juga sempat disebut oleh Addy Gembel karena membawakan lagu cover. “Ketika kamu membawakan lagu cover, yang terkenal adalah band pemilik lagu tersebut, bukan band kamu. Orang-orang datang ke sini untuk melihat dan mendengarkan karya kalian,” jelas Addy Gembel. Penjelasan itu bisa diterima oleh teman-teman di Lampung dan memacu mereka untuk percaya diri pada karya mereka sendiri.
Selain itu, diundang juga dua orang tokoh yang aktif di komunitas Lampung. Pertama adalah Botrok dan yang kedua adalah pemilik dari Studio Vic’s, studio yang didukung oleh DCDC. Mereka memaparkan bahwa kehadiran DCDC ShoutOut! Day di daerahnya memberikan efek domino untuk teman-teman yang lain. Ini menjadi hal baik untuk teman-teman musisi di Lampung dan harapannya bisa terus berlanjut.
Comments (0)