DCDC ShoutOut! Day Highlight :  Romantisme Era Milenial Pertama, Lewat Musik Dinamis Raja Langit

DCDC ShoutOut! Day Highlight : Romantisme Era Milenial Pertama, Lewat Musik Dinamis Raja Langit

Raja Langit tampil menghentak dengan rentetan sayatan distorsi, dengan muntahan lirik yang disajikan cepat dari dua orang vokalis, yang bergantian memuntahkan peluru berbentuk microphone

Di era milenial pertama, sekitar tahun 2000an, ada semacam invasi dari kiblat musik Amerika, lewat gelombang barunya, ketika mereka datang dengan Limp Bizkit, Korn, sampai Linkin Park. Media menyebut mereka dengan julukan New Metal, atau dikenal juga dengan istilah hip metal, dengan gabungan balutan musik hip hop dan metal. Musiknya yang dinamis, dengan pelafalan vokal yang cepat, membuat musik ini mudah populer, mengingat musiknya yang terbilang “dancey”, namun dikemas dengan peluru distorsi, yang dinilai cukup bisa merepresentasikan jiwa anak muda kala itu.

Gelombang hip metal datang ke Indonesia, lewat band-band semisal Saint Loco, Kripik Pedes, ataupun band 7 Kurcaci.  Genre ini melahirkan beberapa sub-genre, dari mulai hip rock sampai rap rock. Penggemarnya cukup banyak dengan dibuktikan dari lagu-lagu hits yang sring diputar di radio kala itu. Sampai akhirnya belasan tahun kemudian, sebuah band asal Cianjur bernama Raja Langit, seakan ingin meneruskan estafet musik beraliran seperti ini kembali.

Raja Langit tampil menghentak dengan rentetan sayatan distorsi, dengan muntahan lirik yang disajikan cepat dari dua orang vokalis, yang bergantian memuntahkan pelurunya, lewat dua buah microphone sebagai senjata mereka, dan strike, hempasan pelurunya tepat guna kala, lagu-lagu mereka semisal “Get Up Stand Up”, dan “Diam Atau Lawan” adalah deretan lagu-lagu dengan tingkat agresifitas yang menghentak, sebagai sebuah persembahan yang meyakinkan, dari sebuah band lokal Cianjur.    

Seperti misalnya ketika mereka tampil memanaskan panggung DCDC Shout Out Stage, lewat kolaborasinya dengan vokalis band Mortusia. Kolaborasi dua sisi distorsi antara hip metal dan death metal, dengan teriakan parau dari masing-masing kolektif, yang bisa dibilang merupakan jajaran band bising dari Cianjur ini, pada penampilannya seperti melepaskan belenggu yang membelit dirinya, sehingga ketika ikatan itu dilepaskan, maka hujan agresi melodi yang meluncur deras itu tak lagi bisa dibendung.

Band yang berdiri sejak Desember 2011 lalu ini, nampaknya akan terus berada dijalur musik hi rock ini. Sampai akhirnya konsistensi mereka untuk tetap berada di jalur ini, menjawab keraguan apakah hip rock hanya sebagai selayang dengar romantisme era kejayaannya di tahun 2000an awal itu? Atau apakah setelah bertahun-tahun aliran musik ini redup, Raja Langit mampu membawanya kembali ke permukaan? Kita tunggu saja gebrakan terbaru dari Raja Langit tentang musik yang diusungnya ini.  

BACA JUGA - DCDC ShoutOut! Day Highlight: Jamaican Music with Selasa September

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner