DCDC ShoutOut! Day Merambah Pinggiran Sukabumi

DCDC ShoutOut! Day Merambah Pinggiran Sukabumi

Kali ini, giliran musik modern metal yang dikemas apik oleh Devil N Angel tampil mengisi panggung. Aksi vokalis perempuan dengan teknik menyanyi meraih nada-nada tinggi berhasil memukau Coklatfriends yang hadir. Dengan hanya tiga orang personil yang terdiri dari gitar, drum dan vokal mereka mampu menghadirkan musik yang kaya oleh komposisi. Efek-efek suara dengan nada progresif dari instrumen gitar dan synthesizer mampu membangun atmosfer di tiap lagu mereka. Total, empat lagu dibesut dengan prima oleh Angel N Devil. Hingga tibalah saatnya menghadirkan special performance, Griffith dari Sukabumi.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by DCDC SHOUTOUT (@dcdcshoutout) on

Band yang belum genap berusia dua tahun ini telah berhasil merilis album perdana mereka dan menjajal berbagai macam festival dengan jam manggung yang tinggi. Mereka hadir menjadi kekuatan baru skena musik bawah tanah  Sukabumi. Hadir dengan lagu-lagu yang terdapat dalam album perdana mereka, Griffith tampil dengan suguhan metal yang menghentak. Kembali, depan panggung dipenuhi Coklatfriends yang secara agresif menyambut sajian musik Griffith dengan melakukan moshing. Persiapan teknis serta dukungan kru yang matang menjadikan band ini hadir di panggung DCDC ShoutOut! Day Cicurug nyaris tanpa cela. Panggung ini dijadikan sarana untuk melakukan promosi album terbaru mereka.  Lagu "Contradiction" menjadi penampilan penutup Griffith ketika waktu tepat berhenti di jam 10 malam, sebagai tanda acara DCDC ShoutOut! Day Cicurug, Sukabumi harus berakhir.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by DCDC SHOUTOUT (@dcdcshoutout) on

Melalui DCDC ShoutOut! Day Cicurug, Sukabumi, band di kawasan pinggiran Sukabumi dan sekitarnya memperlihatkan semangat dan potensi mereka. Generasi baru yang hadir dan tersebar di kawasan Sukabumi, Cicurug, dan Cibadak berhasil menghidupkan kembali dinamika komunitas musik independen di Sukabumi dan sekitarnya. Keberanian, rasa percaya diri serta bangga dengan karya sendiri menjadi modal utama bagi perkembangan musik independen di Sukabumi. Produktif menghasilkan karya ditunjang dengan membangun jejaring dengan komunitas lain adalah langkah selanjutnya yang harus terus dilakukan. Ke depannya, jika semua itu sudah dilakukan secara simultan, maka rasanya Sukabumi dengan potensi bandnya akan menjadi ancaman baru bagi kemajuan musik independen di Indonesia.

BACA JUGA - Pringsewu Kembali Menjadi Tuan Rumah untuk DCDC ShoutOut! Day

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner