DCDC ShoutOut! Day: Urusan Kualitas, Bandung Masih Jadi Juara
Band ini cukup besar tanggung jawabnya. Mereka yang sempat “ditumbalkan” di sesi simulasi sound check sudah sepatutnya mempraktekan apa yang dipaparkan oleh Toteng ketika waktunya mereka unjuk gigi. Nyatanya, Selcouth berhasil menampilkan performanya dengan optimal. Musik hardcore yang mereka mainkan cukup unik. Mereka memainkan dominasi minor untuk nadanya dan mereka memainkan musik dengan ketukan yang ganjil. Aneh, tapi menarik dan untungnya mereka sangat rapi dalam membesut instrumennya.
Setelah Selcouth, giliran kedua MC untuk memanggil The Marshall ke atas panggung. Dua lelaki gondrong, satu lelaki berambut pendek dan satu lelaki bertopi kemudian naik dan menempati posisinya masing-masing, menandakan bahwa mereka siap bertempur di sana.
The Marshall jadi salah satu yang juga terbilang menurunkan “tekanan darah” setelah dipompa oleh band-band ekstrim yang mendominasi line-up DCDC ShoutOut! Day. Kuartet ini memainkan musik rock n roll dengan sentuhan stoner. Mereka memainkan dinamika musik dengan dominasi tempo sedang di lagu-lagunya. Apa yang mereka suguhkan dari atas panggung juga tidak kalah menarik perhatian. Meski memang personilnya tidak terlalu ekspresif, tapi nomor-nomor yang mereka bawakan berhasil dieksekusi dengan rapi.
Usai The Marshall, giliran sebuah band “warna-warni” yang tampil. Pengunjung yang semakin padat dan didominasi anak muda juga makin merapat ke depan panggung, berlomba mendapatkan tempat terbaik untuk menyaksikan band yang tampil. Beberapa di antaranya adalah band yang sudah sempat tampil di DCDC ShoutOut! Day, seperti Cracked Eggs, Down to Earth dan Captivate. Sekitar pukul setengah sembilan malam, kedua MC mempersilakan The Rajah untuk memanjakan kita lewat musik reggae-nya.
Comments (0)