DCDC ShoutOut! Highlight : Bersiaplah! Band Local Hero Kota Subang, Littlekid HC Beraksi
Littlekid HC merasa perlu untuk mengedukasi penikmat karya nya, tidak hanya di wilayah musik saja, namun juga dalam upaya menciptakan suasana kondusif di ranah musik bawah tanah kota Subang
Tampil sebagai band penutup di panggung Shout Out, Littlekid HC menunjukan kelasnya sebagai band 'local hero' kota Subang. Agresifitas distorsi kencang yang dibangun pada komposisi musik band ini, langsug menampar dari atas panggung. Apalagi ini ditambahkan dengan kolaborasi dua orang vokalis, yang bahu membahu menyuguhkan muntahan-muntahan lirik ‘magical’, kala tiap padanan katanya berhasil memicu adrenalin para penonton yang hadir malam itu. Band ini punya energi yang melimpah, dan tentunya punya kekhasan musik hardcore dengan pola-pola riff gitar yang catchy, dan ‘nampol’, strikes hard strikes back.
Setelah diamati dari beberapa gelaran “Bhinneka Tunggal Ika : Liman Soka”, band-band yang membawakan musik hardcore cukup banyak, dan progres bermusiknya cukup siginifikan, dengan latar belakang yang berbeda-beda. Seperti misalnya band Asshole dari Karawang, yang mempunyai lagu berjudul “Rengasdengklok Pride”, sebagai bentuk kebanggaan mereka akan kotanya. Begitu pun dengan band Littlekid. Kecintaan mereka akan kotanya mungkin tidak secara gamblang mereka sebutkan dalam lirik lagunya, seperti band Asshole, namun menyimak ujaran mereka diatas panggung, kala mereka mengendalikan masa yang sedikit rusuh malam itu. Mereka berujar jika para penonton mencintai kota Subang, dan berharap scene musik indie di Subang bisa berkembang, maka sebaiknya harus menjaga agar kondisi tetap aman, setiap gelaran semacam itu diadakan. Sehingga pihak penyelenggara juga tidak akan ragu menggelar acaranya di kota ini.
Littlekid HC yang terbilang punya basis penggemar yang cukup banyak di kota Subang, merasa perlu untuk mengedukasi penikmat karya nya, tidak hanya di wilayah musik saja, namun juga dalam upaya menciptakan suasana kondusif di ranah musik bawah tanah kota Subang. Mereka seperti sadar betul jika sikap mereka sebagai sebuah band, bisa jadi panutan bagi banyak penikmat karya nya. Selain itu band ini juga punya rasa empati yang besar, dan ini penting untuk dituliskan, ketika band ini mengajak penontonnya untuk sama-sama berdoa, dalam rangka mengingat sepuluh tahun tragedi AACC di Bandung, yang di hari bersamaan sedang menggelar peringatan tersebut, dengan menggelar pemutaran film Eargasm (sebuah film dokumenter tentang tragedi AACC, yang berisikan beberapa cuplikan wawancara dengan beberapa orang yang menjadi tokoh sentral, saat kejadian itu berlangsung), dan berdoa bersama untuk kesebelas korban tragedi AACC, di Bandung. Salute and respect!! Viva la hardcore familia!!
Comments (0)