DCDC ShoutOut! Highlight : Muntahan Musik Dinamis Dari Shockproof
Ada spirit old skool hardcore yang menyala, dan riff riff gitar yang ditampilkan dengan akselerasi maksimal bertubi-tubi, ditambah dengan duo dinamis Oples dan Bohem, yang berbagi peran untuk memuntahkan lirik dengan gaya bertutur rap dan vokal scream. Silih berganti jadi pemandu alur lagu berjalan di atas panggung
Seakan terpancing oleh provokasi musik dari panggung Shout Out, alam berbondong-bondong menghadirkan hujan sebagai pelengkap bunyi distorsi dari band-band yang tampil di gelaran “Bhinneka Tunggal Ika : Liman Soka”, Sukabumi, termasuk penampilan band bernama Shockproof, yang punya amunisi komplit dalam bangunan komposisi musiknya. Ada sentuhan Rage Againts The Machine dalam ruh band ini. Lalu ada juga spirit old skool hardcore yang menyala. Dan yang paling menarik perhatian adalah riff riff gitarnya, yang ditampilkan dengan akselerasi maksimal, bertubi-tubi, lengkap dengan penampilan gitarisnya yang dibalut topeng. Seperti gabungan antara Rage Againts The Machine dengan Wes Borland (gitaris Limp Bizkit). Band ini bermain dititik paling pol, dan tampil dengan solid, baik dari musikalitas maupun penampilannya diatas panggung.
Merah, biru, kuning, hijau, yang tergambar dari ragam jas hujan di area konser, menjadi pemandangan tersendiri juga, ketika para penonton masih antusias melihat pertunjukan dari Shockproof. Semangatnya seakan tidak surut oleh guyuran hujan di sore itu, mereka seakan larut dengan ajakan dari duo dinamis Oples dan Bohem, yang berbagi peran untuk memuntahkan lirik dengan gaya bertutur rap dan vokal scream. Silih berganti jadi pemandu alur lagu berjalan di atas panggung. Band ini seperti seorang “bastard”, bermulut besar yang tidak berhenti mengoceh, ketika ada hal yang tidak beres, untuk mereka suarakan, mereka hempaskan lewat bangunan musiknya.
Comments (0)