DCDC Substereo : Invasi Empat Anggota Elektronik Baru, Mitosmistis
Dengan segala kekayaan serta modal yang mereka miliki, Mitosmistis memainkan musik elektronik dengan pakem-pakem yang berbeda dan tak pernah ditemui pada band-band lain sebelumnya.
Kembali di beberapa waktu lalu, tepatnya kala musik elektronik masuk di Indonesia, sebagian orang mungkin tak terlalu peduli dengan aliran musik dari negeri barat satu ini waktu itu. Tepatnya dalam ranah indipenden di Indonesia sangat beririsan dengan pasar musik global lewat rooster-rooster dari label besar. Seperti yang terjadi ketika Guruh Gipsy dengan segala parititur musik nan rumitnya itu muncul pertama kali di tanah air. Awalnya hanya beberapa orang saja yang menyukai materi album mereka bertajuk Kesepatan Dalam Kepekaan itu. Sampai berselang beberapa dekade di masa selanjutnya, segelintir orang – muda mudi generasi X kini mencari harta karun album pertamanya itu.
Begitu juga halnya dengan gerakan indipenden pada tahun 90-an di Indonesia. Keberagaman aliran musik dapat mudah di temui oleh muda-mudi kala itu. Ada yang memainkan genre Hardcore, Punk, Metal, sampai Elektronik semacam Mobilderek kalau di Kota Bandung. Dan khususnya Elektronik, seiring dengan perkembangan jaman beserta musiknya, beberapa penikmat kini mulai melirik genre ini yang salah satunya juga difaktori oleh peran influens dari dunia maya. Perkembangan dan inovasi terus dimunculkan oleh beberapa musisi elektronik saat ini dalam memainkan genre elektronik, sampai di tahun 2016, satu aliansi baru terbentuk oleh empat personil yang sebelumnya sukses dengan band mereka masing-masing. Dan aliansi itu bernama Mitosmisits.
Di akhir 2017 silam, tepatnya pada bulan Desember, band asal Kota Bandung ini merilis debut albumnya You Can’t Handle The Truth bersama label asal Bali, Heartless Records. Demi penyebarluasannya, distribusi diupayakan oleh pihak band agar album tersebut bisa sampai di tangan pendengar barunya. Tak cuma itu saja, mereka pun kini masih dalam fase merangkak dalam perjalanannya, sampai pada akhirnya acara DCDC Substereo memilih mereka untuk tampil di kanal radio OZ 103.1 FM Bandung secara live. Tepatnya hal ini dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2018 kemarin.
[pagebreak]
Invasi dari grup musik Elektronik yang beranggotakan Lord (vokal) dari Alone At Last, Deedz (drum) dari C.U.T.S, Monodark (gitar) dari Nectura, dan Dr.Dhon (synth) ini dibagi pada dua sesi. Diantaranya berupa sesi wawancara dan tampil membawakan lima lagu dari debut album grup musiknya. Dari ke-lima lagu tersebut adalah “The Longer You Survive The More Suffering You In Life”, “Opposition”, “Child Of Rage”, “A Light To The Blind”, dan “Lelah”.
Dari kelima lagu tersebut ketika dimainkan, Mitosmistis seperti menonjolkan satu potensi untuk musik elektronik di Indonesia. Dari ke-lima karya musiknya itu, Mitosmistis mengemasnya dengan musikalitas berbeda-beda ,yang kesemuanya dengan tempo cepat nan menggebu-gebu. Mulai dari efek suara aneh, melodisasi synthesizer dan beat musik Hiphop yang dikemas dengan bentuk dubstep membuat betah untuk berlama-lama menyimak penampilan mereka kemarin itu. Walau era Dubstep sempat digandrungi oleh beberapa pihak beberapa waktu silam telah mulai pudar, tapi kemasan musik yang disuguhkan oleh band baru ini nyatanya berbeda dengan beberapa proyek musik serupa dimasa lalu. Dengan musik yang mereka mainkan, Mitosmistis seperti menembus batasan demi batasan dalam bermusik khususnya di elektronik yang saat ini sangat dihujani oleh kehadiran EDM (electronic dance music). Dan jika ditanyai apakah band ini sangat recommended, sudah jelas Mitosmistis sangat direkomendasikan bagi siapapun. Terlebih bagi beberapa pendengar grup musik semacam The Prodigy, Hollywood Undead, Atari Teenage Riot, Jamiroquai, atau AraabMuzik.
-1516775352.jpeg)



-1516775500.jpeg)
Comments (0)