DCDC Substereo : Mengudara Dalam Nada-Nada Rock Berbahaya Dari ‘Melancholic Demon’
Sumedang baru saja mengenalkan salah satu kuartet 'local heroes'nya yang membuat pendengar musik Bandung menganga, bernama Melancholic Demon.
Akhirnya, DCDC Substereo kembali menampilkan grup Shout Out. Tepatnya setelah melewati sistem kurasi yang panjang yang tanpa mengenal berkesudahan. Dari segelintir nama-nama band yang tergabung dalam proyek musik tersebut, pihak radio OZ 103.1 Fm Bandung selaku kurator, akhirnya menetapkan satu penampil yang dirasa cukup berbahaya dan mempunyai cirikhas musiknya tersendiri. Band itu adalah Melancholic Demon dari Kota Sumedang.
Dalam formasinya, band ini beranggotakan empat orang personil. Diantaranya adalah Tessa (vocal), Gie Revolver (guitar,vocal), Aris (Bass), Ary (drum). Lalu, untuk perihal musikalitas, band ini mengusung aliran musik rock yang bercampur dengan beberapa unsur semacam psychedelic dan progresif metal. Dan kedatangan mereka kemarin sebagai penampil di acara DCDC Substereo kemarin itu, tepatnya pada tanggal 20 Februari 2018 adalah sebagai ajang promo mini album yang baru dirilisnya bertajuk Fatamorgana.
Dalam acara tersebut Melancholic Demon memainkan 5 lagu. Diantaranya berjudul seperti “Mistery Of The Divine”, “Anysichos Lypi Paradosi (instrumental)”, “Fatamorgana”, “Paint It Black (cover), dan terakhir berjudul “Hey..Sadarlah (hidden track)”. Kelima judul lagu itu mempunyai kekuatannya masing-masing ketika dimainkan oleh Melancholic Demon. Mulai dari permainan tempo yang berubah-ubah, hingga hadirnya seorang wanita sebagai vokalis menjadi suguhan unik ketika menyaksikan penampilan mereka kemarin itu. Terbilang jarang memang bagi seorang wanita untuk memainkan warna musik rock semacam ini, apalagi kalau di Indonesia. Tapi, Melancholic Demon dapat menghadirkan suguhan itu dalam proyek musik yang dikerahkannya. Menyelaraskan dengan vokal wanita yang merdu bernuansa arabic, melodi yang dihasilkan dari gitar Gibson SG berwarna merah, mampu berselaras dan mandukungnya lewat permaianan melodi yang meliuk-liuk tanpa mengenal ampun. Bagi beberapa penikmat musik semacam Mount Salem, Devil Electric atau Black Sabbath pasti akan cocok dengan karya-karya yang ditelurkan oleh Melancholic Demon. Karena secara tak langsung, perbandingan beberapa grup musik itu akan muncul seketika mendengar salah satu lagu mereka, contohnya saja ‘Fatamorgana”.
Dengan modal musikalitasnya, Melancholic Demon dikatakan sangat berbahaya. Terukur sebagai band yang lahir bukan dari kota yang kerap melahirkan musisi handal, nyatanya bukan menjadi masalah bagi mereka. Toh, dalam berkarya musik tidak memandang seperti itu tapi karya yang berbicara dan tak akan pernah bohong.



Comments (0)