DCDC Substereo : Musnah Dengan Musik Rock dan Bising Dari Fuzzy, I

DCDC Substereo : Musnah Dengan Musik Rock dan Bising Dari Fuzzy, I

Musik Fuzzy, I kini telah berubah dan itu mereka tampilkan saat tampil di DCDC Substereo.

Apa yang populer di era 90-an silam, entah kenapa kini banyak dimunculkan kembali. Seperti banyak band baik dari luar negeri ataupun dalam negeri terutama indiependent sekalipun mengembalikan kejayaan musik yang menjadi masa kejayaan ikonik Nirvana itu. Dengan cakupan dari segi alternatif rock, penjamuran band yang mengikuti jejak sang idolanya seakan menjadi landasan utama bagi mereka dalam bermusik.

Begitupun yang terasa di beberapa karya musik milik Fuzzy, I. Dibandingkan dengan Sonic Youth atau My Bloody Valentine, mereka jauh berbeda. Baik dari segi masa, sampai popularitas jelas tidak sepopuler kelompok musik dari negeri barat tersebut. Tapi ada satu benang merah yang sama, yaitu dari segi musiknya yang menggunakan noise berbalut alunan rock. Untuk Fuzzy, I sendiri merupakan grup musik berumur muda, berpotensial tapi sayangnya mereka jarang tampil di beberapa acara musik. Otomatis tingkat kepopuleran mereka pun kurang dikenal oleh banyak pihak, hanya sebagian orang saja yang tahu bahwa musik mereka sedemikian rupanya.

Kemarin, tepatnya tanggal 7 Februari 2018 kelompok beranggotakan empat personil itu tampil di acara DCDC Substereo. Ke-empat personil itu adalah Kiki (bass/back voc), Alyuadi (gitar), Mufti (drum) dan Egy (vokal). Fuzzy, I sendiri merupakan band yang cukup jarang untuk disaksikan penampilannya, untungnya DCDC Substereo mengundang mereka untuk mengudara dalam siaran frekuensi 103.1 Fm Bandung kemarin itu. Acara pun tanpa terasa dimulai pada saat itu dan Fuzzy, I memainkan sekitar 5 lagu. Diantaranya berjudul “Naivety”, “Track 1”, “Track 2”, “Illogical Symphony”, dan ditutup dengan “Animal Gaze” sebagai hidden track.

Di penampilannya, Fuzzy, I memainkan warna musik yang cenderung abstrak. Walau masih terikat dalam alunan rock, partitur yang sedemikian rupa berbeda terasa sedari awal hingga penampilan mereka. Kalau dirunut satu persatu tiap personilnya punya gaya bermain tersendiri. Dari vokal misalnya, untuk bagian ini Egy banyak memanipulasi lantunan suaranya dengan efek-efek delay yang terkesan seperti Ian Curtis saat semasih bersama Joy Division. Gitar, Alyuadi yang juga merupakan gitaris dari personil Heals punya gayanya tersendiri ketika memainkan gitar, yang banyak meraung dan mengawang-ngawang dengan intonasi nada bersifat lembut walau sesekali kotor dengan distorsi. Untuk bass, Kiki memainkan perannya cukup baik dan ketika membetot bass pria berkacamata nan brewok itu seperti menghantam dinding oleh petikan 4 senar instrumentnya. Dan terakhir sebagai penjaga gawang, Mufti menjadi penyeimbang dari seluruh gaya bermusik teman-temannya dalam band ini.

Metoda ini pula yang nantinya akan digunakan oleh Fuzzy, I. Tapi belum matang, masih banyak yang akan mereka kejutkan dengan penggayaan musik semacam ini. Dan sebenarnya cukup sulit mengatakan musik mereka ini beraliran apa, yang pasti mereka memainkan musik Rock dan ada unsur noise didalamnya.  

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner