DCDC Substereo: Menghangatkan Selasa Malam dengan Irama Pop dari Maraha
Masuk pada segmen kedua, pembahasan tentang album Maraha dibahas dengan lebih dalam. Personil Maraha mengungkapkan bahwa hampir keseluruhan materi di dalam album Animal Lips bercerita tentang ruang lingkup dari tiap personilnya. Untuk proses kreatifnya sendiri, Maraha dibantu oleh beberapa rekan bermusiknya, salah satunya Andra Sophan yang ditarik untuk membantu mengisi bagian vokal di seluruh lagu dalam Animal Lips. Album pertama dari Maraha ini pun hampir seluruhnya berbasis pop, seperti Phoenix, Suede, Rhye, atau Kings of Convenience. "Telecaster" memang lagu yang mereka rekomendasikan untuk didengar oleh para pendengar Radio OZ. Segmen kedua selesai, dan Maraha kembali tampil dan membawakan dua lagu berjudul “Wind Tunnel” dan satunya berjudul “1517”, milik The Whitest Boy Alive.


Ketika membawakan “Wind Tunnel”, terdengar musik yang dinamis, sendu lalu riang yang fluktuatif. Dari segi vokal, memang cukup sulit untuk mencerna lirik yang dinyanyikan sang vokalis, karena saya terbawa masuk ke dalam atmosfer musik mereka. Setelah membawakan lagu tersebut, Maraha membawakan cover lagu "1517" versi mereka. Jika versi aslinya lagu “1517” terdengar sangat clean, ketika Maraha yang membawakan, lagu ini terdengar lebih enerjik. Hal itu terdengar, baik dari ketukan drumnya, suara synthesizer, bahkan instrumeni lainnya.
-1507893121.jpeg)

Masuk ke segmen ketiga. Maraha kembali diajak berbincang dan diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan mereka terhadap industri musik tanah air, terutama ranah musik independen. Satu-persatu, personil Maraha menyampaikan harapan dan doa untuk ranah musik Indoensia, jugauntuk keberlangsu ngan grup musik mereka sendiri. Di segmen terakhir ini, Maraha kembali dipersilahkan untuk tampil membawakan lagu “Telecaster” dan “Lies In Your Eyes” (hidden track).
-1507893156.jpeg)

Setelah lagu andalan mereka dibawakan, program DCDC Substereo selesai dilaksanakan. Kembali, semoga Maraha mendapatkan porsi yang lebih di ranah musik independen karena musikalitas mereka yang layak untuk diapresiasi secara lebih.
Comments (0)