Profil Band Indie : DEATH OF WALL, Dinding Penghancur Utara Sumatera

Profil Band Indie : DEATH OF WALL, Dinding Penghancur Utara Sumatera

Medan, Sumatera Utara menlahirkan band metalcore baru. Tepat terbentuk 3 tahun yang lalu di bulan september 2011. Dengan memainkan  style metal/hardcore modern, Death Of Wall memberikan makna "saksi bisu" dinding yang selalu menyaksikan tragedi atau kekejaman yang terjadi di Indonesia. Sejak awal terbentuknya, Death Of Wall telah berulang kali merombak para personilnya. Tetapi itu semua tidak mengurangi atau menyurutkan semangat mereka untuk terus aktif di ranah musik ‘bawah tanah’-Tanah Karo pada khususnya. Tema yang diangkat oleh Death Of Wall lebih menyinggung kehidupan sehari-hari dan fakta yang realistis. Bahkan juga menggores atau meninjau tragedi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Sejak awal kiprahnya Death Of Wall memberanikan diri untuk mengambil bagian dalam beberapa pertunjukan di Sumatera Utara dan sekitarnya. Setelah melewati beberapa pertunjukan dan mengalami beberapa kali pergantian personil, Death Of Wall mencoba untuk merekam lagu pertama berjudul "Rintihan Insan Berdosa" dan dirilis pada akhir tahun 2011. Sangat tak terduga, ternyata lagu pertama mereka "Rintihan Insan Berdosa" dapat dinikmati oleh para metalhead.

Pertengahan tahun 2012 selain terjun ke gigs-gigs kecil, Death Of Wall mencoba untuk merekam dua lagu baru "Perilaku" dan "Ehrgeiz". Dalam dua lagu tersebut, mereka berusaha untuk menjadi lebih tegas dalam membuat musik dan bahkan lirik. Dengan bermodalkan tiga lagu, Death Of Wall mulai memberanikan diri untuk mengambil bagian dalam beberapa kompilasi cadas Indonesia.  Ternyata lagu ketiga Death Of Wall bertitel "Rinthan Insan Berdosa" masuk menjadi salah satu line up di kompilasi metal/rock, Indonesia "Metal Distortion # 1" yang dirilis oleh "Metal Harmony Production".

Ketika memasuki tahun 2013, dengan bermodalkan keyakinan Death Of Wall mencoba untuk membuat album pertama. Proses pembuatan album pertama ini membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar sembilan bulan. Dalam album, para rocker ini mengangkat kisah tentang penghancuran akan pola pikir manusia. Akhirnya, dari waktu ke waktu, album pertama yang memakan waktu lama itu pun rampung. "Damage Of Mind System" yang berisi 12 lagu, termasuk tiga single andalan mereka, "Rintihan Insan Berdosa", "Perilaku", dan "Ehrgeiz". Setelah membuat album "Damage Of Mind System", Death Of Wall mencoba untuk membuat music-video. Mereka memilih lagu "Ehrgeiz" untuk klipnya.

Line-Up :

"Arief Al Hudawi" :: Screamer // Growl

"Muhammad Syahrial" alias krebo :: Bass

"Reza Azroi Lubis" :: Drum

"Alwin Al Akbar" :: Gitar

"Muhammad Fusen" :: Gitar

Diskografi (Album):

- "Damage Of Mind System" (1st Album // 2013 // CD) Oleh: Fun Records

Single:

- "Rintihan Insan Berdosa" (2011)

- "Perilaku" (2012)

- "Ehrgeiz" (2012)

- "Kepuasan" (2014)

Kompilasi:

- "Rintihan Insan Berdosa" - Logam Distorsi Part # 1 (2012) Oleh: Metal Harmony Production

- "Kepuasan" - Medan t\Teriak (2104) Oleh: Srigala Bisnis Production

Video Clip:

- "Ehrgeiz" (2013)

Contact :

www.twitter.com/Deathofwall_ID

www.soundcloud.com/deathofwall

Oleh: Karel

Foto: Death Of Wall Docs.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner