Determine To Pass Something Different To The Indonesian Music

Origin dari acid jazz mulai berkembang di club-club jazz Inggris sekitar pertengahan tahun 1980-an. Terdiri dari organ, strings, drum, bass, guitars, clarinet, trombone, trumpet, flute, saxophones, synthesizer, dan turntables.
Dikenal dengan jenis club jazz di kalangan musisi jazz. Sebuah aliran yang mengkombinasikan elemen dari jazz, soul, funk, disco, and early hip-hop. Beberapa mungkin musisimya kalian sudah mengenal, mulai dari Brand New heavies, Incognito, Jamiroquai, dan Sun-Ra untuk lokalnya ada Fariz RM & early Vina Panduwinata. Musik jenis ini mulai dikenal kalangan luas, dan mulai menyebar ke Amerika, Jepang, Eropa Timur, Amerika Selatan (Brazil), dan Southeast Asia terutama Indonesia. Melalu tren electronic music club/rave scene di pertengahan tahun 1990-an. Walaupun banyak yang kurang menaruh simpati terhadap musik jenis ini, pergerakan sub-genre acid jazz kemudian melahirkan sub-genre lain, mulai dari jazz funk, neo soul, sampai jazz rap.
Salah satu dari sekian banyak band-band yang membawakan jenis music acid jazz ini salah satunya adalah HoneybeaT. Terinspirasi jenis musik Japanese jazz & rock, akhir pekan dipilih untuk jamming session. Dengan kecintaan mereka kepada musik dari negeri Sakura, Gema pada bass dan Ocank-keyboard membentuk HoneybeaT.

Terkenal karena sering meng-cover lagu-lagu dari Tokyo Jihen dan Shina Ringo, juga turut mengisi event Bunkasai (event Budaya Jepang-Indonesia-Red) di Kota Bandung dan Jakarta, membantu berkembangnya musik dari HoneybeaT, belum lagi dengan masuknya Nita menggantikan vokalis sebelumnya memberika warna tersendiri dengan karakater suara yang smooth.
Halangan tentu selalu ada, drummer asli HoneybeaT memutuskan untukmengundurkan diri, tapi hanya beberapa hari saja posisi itu kosong, Andos masuk. Posisi gitar dalam band ini tidak pernah tetap, banyak additional dan akhirnya Amos masuk di tahun 2009.

Di awal tahun, dengan beberapa personil baru, menguatkan ambisi mereka untuk lebih fokus membuat lagu sendiri dan merekamnya, ketimbang hanya menjadi band cover version. Momen bahagia terjadi di tahun 2010, yang menjadi bagian sejarah tersendiri bagi band asal Depok ini. Merilis secara swadaya album “The Wake Up Call”, disusul dengan album kedua”Oyasha” yang didistribusikan Demajors akhir tahun 2012. Penghargaan terbaik mereka adalah masuk nominasi 10 album terbaik versi Hihiwhoope Jepang dan Album yang wajib dimiliki di tahun 2013 oleh MTV81 Jepang,. Rilisan terakhir muncul di Juli 2014 yang lalu, merilis mini album "WINNER'S IDENTITY" kerjasama dengan Tanukineiri Records Jepang. Ini merupakan kerjasama kedua dengan net label; asal Jepang tersebut. Dimana pada bulan Maret 2013 lalu, HoneybeaT sempat merilis single “Sky-Fishing” dengan dua versi.Versi original dan karaoke version.
“Determine to pass something different to the Indonesian music scene over-saturated with formulaic rock acts and cookie-cutter love songs. Honeybeat is out to prove that good music does not need to be dumbed down for the sake of commercialism”. HoneybeaT
Honeybeat :
Nita Akhsana @ Voc & melodyhorn
Catur Cahya @ Guitar & Synth
Kautsar @ Keyboard
Gema Mahardhika @ Bass
Andos Madjid @ Drums
DISCOGRAPHY
1st Album 'THE WAKE UP CALL' Released Independently
2nd Album 'OYASHA' Released by Demajors Independent Music Industry
EP "WINNER'S IDENTITY" Release by Tanukineiri Records Japan
Contact :
+62.896 5353 5682/ BB 7CCB7BDF (Ferry) or ferry.honeybeat@gmail.com
Media :
http://www.facebook.com/honeybeat
http://www.reverbnation.com/honeybeat
http://www.soundcloud.com/honeybeat
Tanukinieri Recs. :
http://www.tanukineiri.net/home/portfolio-item/tnr029/
http://www.tanukineiri.net/home/portfolio-item/tnr-010-winners-identity-honeybeat/
Youtube channel :
Foto : Honeybeat Docs.
Words by : [FL]
Comments (0)