Dibalik Mitos Tur Sebuah Band

Dibalik Mitos Tur Sebuah Band

Inilah 8 mitos tentang tur, yang dipercayai banyak band indie. DCDC membongkar pada kalian hal-hal apa saja dibalik sebuah tur itu sendiri  (Bagian kedua)

5. Biaya tur sangat mahal

Memang, selama tur kita harus mengeluarkan biaya untuk sewa kendaraan antar kota – termasuk menanggung biaya bahan bakarnya, biaya penginapan, bahkan (di beberapa negara) band indie tetap membayar jasa asuransi dalam tur-nya. Mahal kah itu semua? Pertama, cobalah berencana untuk mendapat hotel-hotel murah, atau sebagai musisi yang mulai punya nama – kenapa tidak kamu membuat deal dengan hotel-hotel yang sedang butuh promo (ya, jadi semacam brand ambassador). Harap diingat, jarangnya musisi Indonesia yang di-endorse oleh merk hotel, bukan berarti hotel-hotel tak berminat men-support si band. Bisa jadi, memang band-band indie belum banyak yang berupaya ke situ. Kedua, kalian bisa mengirit biaya jika ada 2 hingga 3 orang member yang bisa mengemudikan mobil (makin banyak makin baik). Kalian tak perlu lagi membayar supir selama tur, tapi justru buatlah sistem kerja shift di mana para member kalian menyetir bergiliran. Band heavy-metal legendaris, Mastodon – dulu, sebelum mereka setenar hari ini, mereka tak gengsi untuk menyetir kendaraan mereka sendiri selama tur. Bahkan konon, di samping tidur berhari-hari di dalam sebuah caravan, mereka juga pernah numpang menginap di tempat fans mereka. Pesan moralnya adalah, ya – tur itu memakan banyak biaya, tapi kamu bisa membuatnya jauh lebih murah; tentunya jika kamu menyediakan waktu untuk belajar merencanakan segala halnya.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner