Dome Sabilulungan Jadi Arena Bersenang-Senang DCDC SNOTR Soreang
Tidak hanya tampil ‘merecoki’ penampilan dari Budi Cilok, ke empat presiden ini juga tampil dengan beberapa gimmick menarik, hingga makin dilengkapkan dengan kehadiran Rully Pasar Cikapundung yang datang dengan ‘seabrek’ barang-barang lawasnya, termasuk yang paling mencuri perhatian adalah buku teka teki silang. Kehadiran buku tersebut dijadikan ‘bahan’ saling lempar lelucon oleh ke empat presiden. Dan tidak hanya sampai disana saja, karena setelahnya mereka mengajak penonton untuk ikut terlibat dengan kuis yang dibuat mereka. Bertindak sebagai pelempar pertanyaan, DR Zastrouw dibuat geleng-geleng kepala dengan jawaban-jawaban unik para presiden serta penonton yang ikut dilibatkan.
Usai ke empat presiden tampil, Budi Cilok kembali mengambil alih panggung, yang kali ini kedatangan tandem istimewanya. Seorang solois cantik yang piawai bermain harmonika, Sarah Saputri. Keduanya mampu menjadi seorang penampil yang baik lewat kolaborasi apiknya, hingga acara berlanjut dan fous beralih pada persiapan Burgerkill yang akan tampil menyemarakan gelaran ini.
Burgerkill dengan lagunya “Penjara Batin” sanggup membuat penonton menjadi bagian dari sinergi menarik yang tersaji di Soreang. Bagian lirik yang berbunyi “putus asa tiada tara. siksa batin gores jiwa” jadi satu hal yang bisa terasa langsung dari sinergi antara Burgerkill dan para begundal (sebutan untuk penikmat karya Burgerkill). Lagu-lagu lainnya seperti “An Elegi”, Only The Strong”, hingga “Tiga Titik Hitam”, yang kali ini dikuatkan pula oleh vokalis tamu, Inkmary pun tidak luput dari ajang karaoke masal bagi para penggemar Burgerkill.
Jika pada kota sebelumnya Burgerkill yang merayakan ulang tahunnya yang ke 24, maka di Soreang ini giliran gitaris mereka, Agung ‘Hellfrog’ yang berulang tahun dan dirayakan di atas panggung, hingga hal tersebut memancing perang kue yang tidak bisa terelakan lagi oleh semua orang di atas panggung. Gitaris yang juga aktif sebagai pendiri dan pengajar AGC Music School ini menjadi seorang yang dari tangannya lahir rentetan lick-lick gitar berbahaya di lagu Burgerkill.

Comments (0)