Drum Machines Have No Soul ?
Pianis Amerika bernama John Wood pernah menyebarkan gambar temple bernada sarkastik dan kontroversi ketika itu menyoal kemunculan drum machines, tulisan stickernya kurang lebih seperti ini “ Mesin Drum Tidak Memiliki Jiwa”. Ternyata hal ini menimbulkan gelombang pro dan kontra, sampai pada akhirnya seseorang bernama Eric Sadler, yang tidak lain adalah seorang produser musik berpendapat lain dengan menyatakan bahwa, sebuah mesin drum tidak berjalan dengan sendirinya, sehingga dia memberikan “jiwa” pada mesin drum tersebut.
Menarik sedikit sejarah musik beberapa dekade kebelakang, mesin drum tidak dikategorikan sebagai alat musik, melainkan hanya sebatas alat bantu merekam musik di studio. Sampai akhirnya di tahun 1959, Wurlitzer’s 1959 Sideman salah satu mesin drum komersial ketika itu, menjajal penggunaaan tabung vakum pada mesin drum ciptaannya, yang hasilnya bunyi - bunyi mirip perkusi, dan diprioritaskan untuk membantu karya musiknya, tanpa perlu membuang uang lebih untuk menyewa seorang drummer session lagi.
Kita lompat agak jauh, kita sambung ke buku Beat Box : A Drum Machine Obsession yang ditulis oleh Joe Mansfield. Joe menulis bahwa mesin drum bernama beat box, layaknya seperti kayu tua usang, dengan melihatnya kita tidak menyadari bahwa benda tersebut ,adalah mesin drum. Era Counter Culture di Amerika dan Inggris saja, benda ini masih merupakan “benda” asing di kalangan musisi, apalagi di Indonesia yang jelas – jelas pemerintahnya ketika itu menentang keberadaan music ngak – ngik – ngok ala Barat. Malah sebuah negara bekas 'Fasisme' terbesar di perang dunia kedua, Jerman Barat ketika itu berkembang pesat dengan gerakan music Krautrock. Jenis aliran musik yang komposisi dan struktur musiknya didominasi bebunyian elektronik. Mungkin coklatfriends sudah mengenal band – band tua pengusung aliran ini eperti Can, Neu!, Tangerine Dream, Cluster, Ash Ra Tempel Kraftwerk etc, dimana mereka – mereka ini selangkah lebih maju melirik mesin drum untuk membuat karyanya ketimbang hippies Amrik sama British saat itu.
Tetapi awareness dari musisi negeri Paman Sam mulai terlihat , diwakili sekitar tahun 1971, menjadi awal penggunaan mesin drum, ketika Sly and The Family Stone merekam album There’s a Riot Going On, dimana pada labum tersebut, mesin drum diberi nama – ‘Maestro Rhytem King’. Serta di Inggris, basian dengan gerakan post punk, pentolan – pentolannya sudah meredakan semangat blank generation dengan musik mentah dan rebellious Punk - Attitude, barulah sekitar awal tahun 1980-an, ketika Joy Division “kebingungan” sepeninggal vokalis karismatik Ian Curtis (21), lalu tak lama mengganti nama menjadi New Order mengeluarkan album Movement tahun 1981 dan disusul Brotherhood di tahun 1986. Tiga personil JoyDi yang tersisa, Bernard Sumner, Peter Hook, Stephen Morris & masuknya Gillian Gilbert di kemudian hari menjadi pionir dari jenis aliran new wave yang kita kenal sekarang. Movement sendiri dirilis oleh label legenda “Madchester” Factory Records dengan owner yang sangat unconventional RIP Tony Wilson dan produser hebat Martin Hennet. Musisi – musisi pop di dunia pun mulai terjangkiti demam synthesizer, programming & drum machines ini, contoh lainnya Hall and Oates (1981) dengan hitnya I Can’t Go For That, DEVO, Soft Cell, The Human League, Culture Club, A-ha, Aztec Camera, Wham!, Strawberry Switchblade, Depeche Mode, sampai yang kekinian macam MGMT, M83 (shoegaze), etc. Untuk jajaran music Indie lokal nya, kita kenal Goodnight Electric, Club 80’s, Bottlesmokers, Homogenic, Elemental Gaze, RNRM dan masih banyak lagi.
Begitu juga dengan kemunculan, jenis musik dark wave, no wave, electronic dance music, harsh noise dan jenis – jenis aliran musik turunan lainnya yang mempercayakan part mesin drum untuk menjadi 'penjaga tempo'. Sampai akhirnya beberapa tahun yang lalu Beat Box terbaru menampilkan jenis mesin drum yang lebih keras, Oberheim DMX salah satunya., Eric Sadler menegaskan bahwa DMX memiliki kapasitas menyerupai drum tradisional atau drum asli. Hal ini disusul oleh perusahaan Roland, yang juga menciptakan Roland TR – 909, yang saat ini menjadi primadona dengan segala kemampuannya. Mungkin inilah maksud dari Eric Sadler memberikan ‘jiwa” ke alat musik tidak berjiwa ini.




Sumber ; http://www.compusiciannews.com/Read/Tentang-Sejarah-Mesin-Drum-di-Dunia-673
Foto : Istimewa Courtesy By Artist
Comments (0)