Dua Hal Paling Cutting Edge tahun 2017 (Versi DCDC)
Swasembada Meong
Kolase kata-kata dalam balutan musik pop Sunda, hasil eksperimental olahan Swasembada Meong, yang membenturkan dua padanan kata yang menampilkan sisi artistik. Mungkin itulah kalimat yang paling tepat menggambarkan projek musik dari seniman serampangan Amenkcoy, yang juga dibantu beberapa rekannya seperti Maunx, dari kolektif musik Pemandangan. Swasembada Meong adalah keresahan Amenk akan banyak hal, seputaran fenomena-fenomena spesifik yang dia rasakan, terlebih tentang budaya tradisi itu sendiri, yang pada kenyataannya mulai hilang dari pola hidup kaum urban kekinian.
Berangkat dari hobinya mengkoleksi kaset, Amenk pada akhirnya bersinggungan dengan beberapa rilisan album lokal, termasuk salah satunya album-album dari katalog pop sunda. Lalu dari ketertarikannya dengan beberapa album pop sunda tersebut, dia akhirnya menerapkan gaya dia dalam berkesenian untuk dikombinasikan dengan beberapa pola-pola dalam tembang pop sunda. Gaya dia yang terbilang nakal dengan pembawaan yang jenaka, namun masih menyelipkan beberapa kritikan dalam karya nya, menjadi paket yang menarik kala itu dituangkan dalam tembang pop sunda, yang dalam istilah Amenk menjadi “pop sunda dengan spirit punk”, karena beberapa pakem yang dia dobrak, dan diolah sedemikian rupa menjadi pola pop sunda ala Swasembada Meong.
BACA JUGA - Seni Kontemporer Manja dalam Tembang Pop Sunda Olahan Swasembada Meong
Comments (0)