Efek Pedal Gitar Anti Kaki!
Era serba digital sekarang ini, pun imbasnya juga meradang ke dimensi efek gitar.
Kebutuhan akan efek, efek gitar khususnya semakin menjadi-jadi. Melesat bak roket. Menjadi komoditas penting yang wajib dipantengin kalangan gitaris, gitar elektrik (sudah tentu kocek yang dikeluarkan tidak sedikit friends!). Dimulai dari tahun 50-an akhir dan awal 60-an; sampai dengan sekarang, efek gitar memiliki kemajuan di berbagai aspek. Membantu para musisi membuat sebuah mahakarya yang mampu melumerkan gendang telinga, sampai melegenda sampai anak-cucunya.
Boleh kita sebut, bermacam-macam jenis efek dan bentuk suara apa yang menjadi outputnya sampai dengan model yang menjadi favorit di kalangan gitaris. Jangan lupakan juga kemajuan industri musik di dunia, termasuk Indonesia dengan segala kemajuan dan perkembangan teknologi. Efek gitar bentuk hardware yang tradisional, dan efek gitar digital berbentuk software yang lebih modern lagi.

Salah satunya adalah buah inspirasi dari Aalberg Audio, perusahaan pengembang pedal efek asal Norwegia, yang menciptakan pedal efek yang dapa terkontrol dari jarak jauh. Dengan bantuan remote tentunya.
Hal ini menjadi pertama kali, dan para kritikus yang juga musisi, mulai banyak mencoba dan mempraktekan efek gitar bernama, Aero. Yang secara detal adalah ekuasi pedal delay. Kalian dapat menghubungkan Ekko, dari manapun, kapan pun, dan darimana saja. Tentunya diperlukan gitar dan amplifier sebagai media pelengkap. Lebih menarik lagi saat Aero penyertanya juga disertakan yang dapat ditempelkan pada gitar atau disematkan di strap gitar atau sabuk gitar dan secara nirkabel mengendalikan efek Ekko.
Menariknya lagi nih friends, adalah cerita dibalik inspirasi Aalberg. Berawal dari perdebatan sengit di tahun 2010. Ketika debat sedang berjalan, pendiri operusahaan Rune Aalberg Alstad, tersadar bahwasanya seluruh pedal yang mereka debatkan sebagai prototip efek pedal mereka berujung kerusakan fatal di bagian yang sama. Sehingga mereka membutuhkan jasa gitaris untuk kembali ke panggung, dan men-tweak nada-nada, atau mengaktivasi-menonaktivasi Stomp.
Secara random, Aalberg yang sebelumnya mengambil laptop pribadi miliknya menulis beberapa secara acak system. Dan munculah sistem Ekko dan Aero. Kemudian melanjutkan ide dasar gilanya pada program S2 yang ketiku itu sedang Aalberg tempuh bersamaan.
Lalu di kemudian hari, sistem pun muali berkembang. Ditambah penanam modal mulai tertarik dengan prototip pertama miliknya. Bahkan pemerintah Norwegia melirik dan memberi suntikan dana.
Mari kita percepat 4 tahun setelahnya, sistem produksi secara massal dan mengenalkan sistem efek pedal unik ini di acara-acara dan festival musik.
“Para gitaris telah menggunakan pedal efek yang berkabel begitu lama sehingga mereka telah terbiasa untuk mondar mandir di panggung hanya untuk mengganti efek saat ditengah-tengah lagu,” kata Aleksander Torstensen dari Aalberg. “Dan ini dirasa kurang nyaman karena jarak ke pedal cukup jauh dari jangkauan mereka. Solusi kami adalah ‘membebaskan’ yang artinya gitaris dapat mengakses semua efek kami dari jarak manapun tanpa harus mondar-mandir dan merupakan karya yang luar biasa untuk kreativitas dan begitulah saya rasa produk ini merupakan evolusi besar berikutnya dalam pedal efek”.

Spesifikasinya sebagai berikut, seperti yang dikutip dari compusiciannews.com :
‘Ekko EK-1’ digambarkan sebagai pedal semi-analog dengan sample yang audio-ratenya berukuran 24-bit/48kHz. Alat ini mendukung stereo in/out, sirkuit bypass dan kontrol manual dan memakan waktu 10 detik delay time, level dan feedback. Alat ini tanpa baterai jadi harus dihubungkan via kabel ke power supply, tapi semua parameter dapat dikontrol secara nirkabel menggunakan Aero Controller.
Kontrollernya yang berukuran 30 x 73 x 43 mmmemiliki fitur chip nirkabel bermuatan 2.4 GHz dari Nordic Semiconductor untuk berkomunikasi dengan pedal efek dan baterai yang dapat di-recharge. Remote ini dapat digunakan untuk menghubungkan ke - 3 preset yang disimpan dan meletakan parameter stomp tweak pada ujung jari pemain. Pengaturannya memungkinkan para pemain untuk memiliki kebebasan untuk bergerak di panggung adan masih dapat mengaktivasi dan mengontrol stomp efek pedal yang dihubungkan ke pedal board.
Untuk saat ini, rilisan paling terbaru dari perusahaan Aalberg adalah Rom dan Trymm.
Nah bagaimana dengan spek serta keunggulan dari dua rilisan terbaru mereka? bisa cek langsung di http://aalbergaudio.com/products/ekko/
Sumber: http://compusiciannews.com/
Foto: Net
Comments (0)