Emdisi : Puja-puji Alternative Rock

Emdisi : Puja-puji Alternative Rock

EmdisiEmdisi : merupakan sebuah side project, yang awalnya terbentuk pada awal tahun 2012. Dengan Abeng pada drum, Yuniar pada gitar, lalu Sandi pada bas adalah line –up pertama, dimana tidak membutuhkan waktu lama kekosongan pada gitar dan vokal-gitar diisi oleh Unay. Emdisi sendiri, awalnya adalah band cover version; Pearl Jam, Alice In Chains, Soundgarden, Silverchairs, Bush serta Plastik (Indonesia) adalah beberapa band yang lagu-lagunya sering mereka bawakan baik ketika manggung, atau latihan di studio.

Menapaki umur dua tahun berjalan, gonta-ganti personil turut mewarnai perjalan Emdisi. Dimulai sekitar tahun 2014 Sandy mengundurkan diri yang disusul Ochol tambahan pada gitar dan Bargo yang mengisi departemen bas : semundurnya Sandy. Format ini juga tidak bertahan lama, dimana Bargo digeser posisinya oleh Ochol pada bas, dan Ugie bergantian mengisi posisi gitar. Dengan line up terkahir Abeng (Drum), Yuniar (Gitar), Unay (Vokal), Ochol (bas), & Ugi (gitar).

EmdisiProse bergonta-ganti personil juga terjadi di tahun 2015, Yuniar yang merupakan founding member, memilih mengundurkan diri karena urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Hasilnya, Ochol terpaksa bergeser kembali mengisi posisi gitar. Dengan kabar baik, kembalinya Sandy ke posisi semula pada departemen ‘penjaga tempo’ Bas.  Dalam formasi kali inialh, Emdisi merasa lebih solid, dan akhirnya mulai terlihat serius menggarap materi-materi lagu sendiri dengan jenis aliran musik alternative rock / grunge. Dan Agustus lalu, Emdisi telah berhasil mengeluarkan dua single, Forget  Miha dan Atresia.

Tidak lama berselang, Sandy, untuk kedua kalinya menyatakan keluar dari band yang didirikannya. Sehingga hanya menyisakan Abeng, Unay, Ochol , Ugie dan dibantu additional bass  bernama John: lewat formasi ini, Emdisi akan segera melahirkan paket EP bertajuk “Enigmatic”. Dibantu diproduseri oleh The Babams (Maymelian, Dio Creatura), dan bernaung di bawah label Atresia Records & StornLabs System.

Foto : Emdisi dokumen

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner