Empat Tahun Berjalan Dengan Keliaran Imajinasi Bersama Imaginary

Empat Tahun Berjalan Dengan Keliaran Imajinasi Bersama Imaginary

“Kenapa Imaginary? Karena kita bisa berimajinasi tentang apapun, termasuk tentang eksplorasi musik yang kita pengen”, ujar Adit menjelaskan tentang nama Imaginary.

Imaginary merupakan sebuah kolektif musik asal Bandung yang digawangi oleh Isan (vokal & gitar), Ukis (gitar & synth), Adit (bas), dan Giant (drum). Berdiri pada tahun 2015 lalu, band ini menjalani empat tahun perjalanan bermusiknya dengan menghasilkan sebuah mini album berjudul Lie Truth pada tahun 2017 lalu. Ditemui disela-sela syuting DCDC Musikkita, sang basis, Adit menuturkan jika pada awalnya dia ditawari oleh Isan dan Ukis, yang merupakan saudara kandung ini, untuk membuat band. Lalu akhirnya mereka sepakat menorehkan kreasi bermusiknya di ‘rumah’ bernama Imaginary ini. Mereka yang ketika syuting DCDC Musikkita tidak dibarengi Giant karena harus melanjutkan pendidikan di luar negeri, dan digantikan sementara oleh Samson, sebagai additional drumer.

Lebih jauh bercerita tentang alasan mereka memilih nama Imaginary untuk nama bandnya, menurut Adit hal tersebut dilatari keinginan untuk bisa berimajinasi dengan liar. “jadi kita bisa berimajinasi tentang apapun, termasuk tentang eksplorasi musik yang kita pengen”, ujar Adit. Keliaran tersebut menurut Isan kemudian menemukan muaranya di warna musik alternative rock, hingga hal tersebut menjadi benang merah dari karya-karya Imaginary. Sedangkan untuk penulisan lirik, diakui oleh Adit jika sang drumer, Giant cukup banyak mengambil porsi penulisan lirik di lagu-lagu Imaginary, yang kebanyakan mengetengahkan isu-isu sosial di sekitar.

Menarik untuk mengulik lebih jauh isian lagu dari Imaginary, seperti salah satunya lagu berjudul “Xenophobe”. Lagu tersebut menurut Adit bercerita tentang ketakutan tentang sesuatu yang baru. “jadi lagu ini ngambil sudut pandang orang yang melihat seseorang dengan ketakutan tersebut, untuk kemudian mengajaknya agar bisa bersenang-senang, dan tidak takut dengan sesuatu yang baru tersebut”, ujar Adit. Satu hal yang kemudian diamini oleh Isan yang berpendapat serupa, jika inti dari lagu “Xenophobe” tersebut adalah jangan takut akan sesuatu yang baru. Apapun itu.

BACA JUGA - Dua Sisi Musikal Mantra Vutura dan Pola Kreasi Seru Dalam Karyanya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner