Exclusive Interview : Cerita Burgerkill Tentang Persiapan Album Terbarunya
Burgerkill itu jika dianalogikan dengan sebuah benda, maka benda itu akan sulit dihancurkan. Di album ini mereka ingin lebih menunjukan power nya dengan formasi yang baru ini.
Selain projek orkestra yang akan digarap oleh Burgerkill bersama Alvin Witarsa di Praha, serta tur Burgerkill di beberapa kota di Eropa, pada Maret 2018 mendatang, mereka juga sedang dalam persiapan album terbarunya yang ke lima. Album yang digadang-gadang akan menjadi tonggak baru musik metal di tanah air ini, diperkirakan akan rilis tahun 2018 ini. Sebagai sebuah band besar dengan ribuan penggemarnya, tentunya album ini tidak akan menyajikan hal yang biasa-biasa saja, ditambah pada penggarapan album ini, Burgerkill mendapat amunisi baru, seorang drummer muda potensial, Putera.
DCDC berkesempatan mewawancarai Burgerkill tentang hal-hal apa saja yang mereka persiapkan untuk album barunya. Serta apa saja yang menjadi tema besar album ini, baik dari segi teknis bermusiknya, ataupun isian lirik lagu-lagunya. Simak petikan wawancara bersama Burgerkill berikut ini.
Kabar terbaru album ke lima Burgerkill sudah sejauh mana? Dan untuk tema besar album baru Burgerkill akan seperti apa?
Eben : Sejauh ini sudah 80%, sekarang lagi proses mixing. Dan soal tema besar untuk album ini sendiri, bisa dibilang lebih mengedepankan tentang pernyataan sikap kita, bahwa Burgerkill itu jika dianalogikan dengan sebuah benda, maka benda itu akan sulit dihancurkan. Di album ini lebih ingin menunjukan power nya dengan formasi yang baru ini.
Vicky : Sebuah pernyataan bahwa kita masih ada dan kuat. Gambarannya kurang lebih seperti itu.
Untuk urusan lirik, hal-hal apa yang akan banyak diangkat di album baru Burgerkill ini?
Vicky : Dari segi lirik kita banyak ngebahas lingkungan sekitar dulu, yang perlu diangkat dan perlu diedukasi. Cuma yang beda di album ini, liriknya tidak hanya berkutat di segmen metal itu sendiri, yang mana lirik di lagu metal kan kebanyakan lebih berisi tentang kemarahan. Kalau di album ini kemarahannya tetap ada pencerahannya. Ada semacam wayout dari semua masalah.
Eben : Liriknya lebih lugas, lebih straight, tidak terlalu banyak basa-basi. Apa yang dibicarakan? Banyak sebenarnya, seperti tentang komunikasi, atau kebhinekaan misalnya. Yang jelas di album ini lebih menyenangkan lah.
Comments (0)