Exclusive Interview : Cerita Burgerkill Tentang Rencana Projek Rekaman Di Praha Dan Tur Eropa 2018
Kenapa memilih Alvin Witarsa sebagai penata musik orkestra di projek ini?
Eben : Sebetulnya ada beberapa nama tadinya. Kita udah diskusi dengan segala macam pertimbangan teknisnya, sampai akhirnya kita memutuskan ajakin Alvin, karena salah satu alasannya, kebetulan dia punya relasi bagus juga sama studio orkestra di Praha. Ya biar lebih mudah saja sebenarnya. Selain itu dia masih muda. Sehingga masih punya sesuatu yang fresh dalam karakter bermain musiknya.
Seperti apa gambaran untuk komposisi musik dari Burgerkill Orkestra ini? Antara Alvin dan Burgerkill sendiri, bagaimana pembagian porsi tugas untuk menggarap musiknya?
Untuk pembagiannya sendiri masih belum ada gambaran pastinya, tapi yang jelas kita ingin tiap lagu dibuat dengan aransemen yang berbeda lah. Sejauh ini kita masih menggarap komposisi string/orkestranya. Inginnya sih balance, jadi bukan hanya orkestra yang nempel di lagu Burgerkill, tapi inginnya lebih blend aja.
Putra : gambarannya mungkin seperti soundtrack film yang di mana di dalamnya pakai timpani, marimba, atau harpa dalam bangunan komposisi musiknya. Tapi gambaran itu coba diaplikasikan pada lagu-lagu Burgerkill. Jadi ngga full band yang full distorsi seperti halnya musik Burgerkill seperti yang kalian kenal, tapi memang ada yang diubah dari segi aransemen lagu Burgerkill itu sendiri.
Apa saja persiapan yang dilakukan Burgerkill? Ada penyesuaian ga dengan pola musik orkestra sendiri?
Agung : Tidak ada persiapan yang macam-macam sih. Mungkin kita hanya lebih intens latihan dan mulai coba isi beberapa ide untuk tambahan aransemen musiknya nanti seperti apa. Kalau untuk penyesuaian juga tidak terlalu gimana-gimana. Malah kayaknya musik klasik/orkestranya itu sendiri yang harus menyesuaikan dengan lagu Burgerkill. (tertawa)
Agung punya latar belakang musik klasik. Sejauh mana peran Agung untuk projek kolaborasi ini? dan untuk personil lain yang bisa dibilang tidak punya latar belakang musik klasik, seperti apa penyesuaiannya?
Agung : Karena kita sendiri belum bertemu dengan Alvin, masing-masing dari kita membayangkan sendiri-sendiri dulu. Jadi nanti kalau sudah ketemu, Alvin bawa materi seperti apa, kita juga bawa materi seperti apa. Jadi nanti pas disatuin di studio, tinggal ngeluarin apa yang udah dipikirkan sebelumnya. Sebeneranya semuanya sama, tiap personil masing-masing ngedengerin, sambil ngebayangin juga ini nanti musiknya bagusnya dikasih tambahan apa atau dibuat seperti apa.
Comments (0)