Feast, Kekelaman Bising Dari Ibu Kota
Ada yang segar dari kancah musik ibu kota, Feast namanya. Band yang terbentuk pada pertengahan 2012 ini merupakan grup yang mencampuradukkan kegelapan lewat keindahan yang hakiki, yakni berada di antara psikadelia, doom, dan hard rock. Tak ada yang secara spesifik dijadikan influence dalam panutan Feast, namun setidaknya, mereka berusaha melahirkan sebuah aliran baru; tanpa stigma, tanpa ekspektasi, untuk menginterpretasikan kondisi spiritualitas manusia dan masyarakat modern tanpa memberi dogma, tidak menunjuk dan menyalahkan.
Adalah Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha (gitar), Adrianus Aristo Haryo (drum), Dicky Renanda (gitar), dan Fadli Fikriawan (bass) yang berada dibalik konspirasi pekatnya nuansa musikalisasi Feast. Dalam pengembangan karakteristik musik, mereka beranggapan bahwa kehidupan merupakan suatu pertepatan yang patut dirayakan dan dielu-elukan, sekecil apapun momen didalamnya, semenakutkan apapun tragedi yang terjadi.
Coba memberikan pengabdian pada kekelaman kancah musik bising tanpa henti, Feast merupakan sebuah pesta besar; sebuah porak- porai bagi seluruh arwah; nikmat bagi tragedi di masyarakat. Jangan mau berada dalam sekat-sekat menjemukan, maka jadikan musik sebagai suatu pesta besar dengan Feast sebagai lakon utamanya. Ya, a “Feast” of the Soul.
Contact :
soundcloud : Feast (Jakarta)
Oleh: Bobby Agung Prasetyo
Foto: Feast Docs.
Comments (0)