Fence Music & Musical Saw, Benar – benar Offstream!

Fence Music & Musical Saw, Benar – benar Offstream!

By : FL

Belakangan ini makin aneh saja tingkah laku orang – orang, tingkah laku yang entah menuju ke arah positif yang kreatif atau mungkin sudah jenuh dengan sesuatu yang berbau konservatif sampai dengan menonjolkan absurditas yang jauh dari esensi musik sendiri tetapi tetap berkubang di dunia musik. Hal ini tentu  saja dapat menyentuh beberapa aspek dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial, salah satunya ke ranah seni dan budaya, khususnya seni musik. Kita mengenal gitar, drum, bass gitar, saksofon, tam – tam dan seterusnya. Tetapi untuk dua hal yang akan saya bahas saat ini, jujur saja saya sempat menggeleng – gelengkan kepala mencari tahu soal ‘keindahan’ dan ‘eksotisme’ dua penemuan alat musik, atau cara bermain alat musik yang sangat – sangat sederhana ini. Jika diperhatikan dengan seksama, menggunakan rumus al – jabar jika kalian mau, kedua – duanya sangat low budget. Jika dilihat dari kacamata ekonomi, karna menggunakan alat – alat yang biasanya banyak tersimpan di gudang. Lalu yang kedua, kreatifitas dan skill (maaf) yang tidak perlu terlalu hebat untuk memainkannya coklat friends.

Ya, fence music dan musical saw. Dua cara bermain musik yang sangat – sangat progresif, tepatnya lagi radikal.

Kita mulai dari Fence Music,  fence yang diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi pagar adalah alat musik utamanya.  Coklatfriends bisa mendapatkan musik hanya dengan menggunakan logam atau kawat pagar yang terdapat pada rumah, sekolah, kampus(?), rumah sakit, tempat parker(abad kapan ya, rumah Sakit, sama tempat parker masih pake kawat pagarnya?), Mall (ini lagi…hmmm). Jangan lupa kalian sediakan busur biola, gesek kabel dengan tali biola, dan Voila… Coklatfriends akan mendengar suara resonansi yang berasal dari gesekkan maju mundur  dari busur.

Lalu dilanjutkan dengan Musical saw, woohoo.. lebih unik lagi nih coklatfriends, Musical Saw dapat dilakukan dengan menggunakan gergaji tangan yang ada di dalam perkakas milik  Bapak kalian di garasi rumah,. Selain harus terampil dengan tangan kalian jangan sampai kena gergaji, titik control selanjutnya ada di lutut kalian. Coklatfriends harus menggunakan satu tangan untuk mempertahankan posisi gergaji dengan menekuknya dan membuat suatu bentuk huruf “S”.Lalu?

Hampir mirip dengan Fence Music, busur biola juga sangat dibutuhkan jasanya, untuk memetik dan beberapa sumber menyebutkan bahwa akan muncul titik “manis”, yang merupakan bagian dari pisau gergaji yang rata. Tidak lupa kami mengingatkan coklatfriends, untuk memainkan dan mahir menggunakan dua alat musik ‘radikal’ abad 21 ini disini sangat – sangat diperlukan fokus, konsentrasi, dan obat anti tetanus. Takut nanti tergores tidak sengaja, tanpa ada pertolongan pertama, bisa gawat ya coklatfriends..

Selamat mencoba, dan cari tahu sendiri hasilnya..

Cheerio

 

Sumber : klinikmusik.wordpress.com

Foto : Istimewa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner