FOGFEST, Hernandes Saranela dan Black Metal Nusantara (Bagian Dua)

FOGFEST, Hernandes Saranela dan Black Metal Nusantara (Bagian Dua)

Kembali ke ‘Black Metal Nusantara’

Kita mundur kembali ke tagline FOGFEST yang mengangkat black metal Nusantara sebagai salah satu isu yang diangkat. Saya kemudian ingin tahu pandangan Hernandes tentang seberapa penting mendefinisikan black metal Nusantara. Berikut adalah jawaban dari Hernandes Saranela.

“Nusantara adalah kata lain untuk Indonesia. Nusantara adalah istilah lokal yang sudah ada sejak dulu, sementara nama Indonesia adalah pemberian bangsa asing. Jadi, penekanannya adalah untuk penyadaran identitas. Ketika kita tahu dari mana kita berasal, maka kita akan tahu bagaimana cara bersikap. Sederhananya, menjadi black metal yang memiliki kesadaran identitas yang tinggi.

(Jika pemahaman tentang black metal Nusantara bisa “ditemukan”) Pada akhirnya black metal ala kita memiliki ciri khasnya. Menjadi pembeda di antara band-band dari negara yang lain. Bahkan, pada akhirnya akan menghasilkan bentuk-bentuk baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Kontribusinya dalam scene black metal global tidak lagi sebagai pengekor tapi pionir. Dan, bisa jadi ke depannya akan ada band-band dari luar yang akan mengekor pada kita.”

Robi Rusdiana, narasumber yang hadir di FOGFEST juga memberi pendapatnya soal black metal Nusantara, di hari terakhir FOGFEST. Saat itu, ia menolak untuk memberi definisi, tapi ia bisa memberi contoh. Kata “black metal Nusantara” terdiri dari tiga buah kata dengan dua buah ruang: black metal dan Nusantara. Menurutnya, dua ruang tersebut harus diisi untuk menjadi black metal Nusantara. Black metal dalam segi musik, sementara Nusantara bisa diterjemahkan dalam bentuk bahasa, kostum atau hal lain yang berkaitan dengan kenusantaraan itu sendiri.

Hernandes kemudian juga memberi pandangannya terhadap Robi Rusdiana. “Kita membutuhkan orang-orang semacam beliau. Semangat saja dalam bermusik tidak cukup. Selain referensi, musikalitas tak kalah penting, bahkan menempati posisi vital. Karena bahasa musik sejatinya adalah bahasa bunyi,” tutur Hernandes.

FOGFEST pada akhirnya memang sudah berakhir dan tidak akan pernah ada lagi. Tapi jelas, sejarah sudah terukir dan akan diabadikan dalam berbagai output. Hernandes mengupayakannya dengan membuat portal YouTube yang berisi video klip dari band-band black metal lokal di pertengahan tahun ini, dan di akhir tahun ia berencana untuk membuat album kompilasi dari band-band yang terlibat di FOGFEST. Untuk jangka panjangnya, ia juga terus mengupayakan dialog dengan sesama pegiat black metal dan memperluas jaringan dengan scene black metal dari negara lain.

Akhir kata dari Hernandes Saranela kepada pasukan black metal Nusantara: “Mari ciptakan sejarah kita sendiri”.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner