'Folk Is Dead': Di-Harakiri Iksan Skuter, Demi Kematian yang Lebih Berwibawa

'Folk Is Dead': Di-Harakiri Iksan Skuter, Demi Kematian yang Lebih Berwibawa

Kemudian, tentang Iksan Skuter sebagai "Iwan Fals versi milenial". Ia tertawa sambil mengernyitkan dahi. "Aku tuh gak tahu kenapa banyak yang menjuluki itu," katanya. "Tapi, sebenarnya aku pribadi gak nyaman dengan julukan itu. Kalau Iwan Fals sebagai influence, saya mengakui. Tapi kalau aku pribadi ingin seperti Iwan Fals atau menggantikan Iwan Fals, aku gak mampu. Rezekinya lah, gak apa-apa. Tolong lah, Tuhan, dengarkan! Hahaha..." candanya. "Iwan Fals silakan jadi Iwan Fals, Iksan Skuter akan tetap jadi Iksan Skuter. Terserah persepsi mereka, tapi aku gak nyaman dengan julukan itu."

Lalu, ia merespon tentang anggapan bahwa Iksan Skuter "menjual" isu kemiskinan. Beberapa bulan lalu, Iksan Skuter sempat meradang ketika ada yang beranggapan begitu di kolom komentar Instagramnya. Ketika kemudian di pertemuan kami ada yang bertanya "Bagaimana rasa nasi dari mengangkat isu sosial di lagumu?", ia merasa bahwa pertanyaan itu punya energi sama dengan komentar berapa waktu lalu.

"Aku menjawab dan sudah beribu-ribu kali menjawab, bahwa aku juga miskin dan aku menceritakan kemiskinanku dengan laguku. Kenapa lewat lagu? Karena hanya itu yang aku mampu. Aku gak mampu bersilat lidah seperti politikus dan aku gak mampu membuat apapun kecuali lagu. Pada dasarnya aku sedang curhat tentang apa yang aku rasakan sebagai makhluk sosial. Kadang aku menjadi bapak, anak, suami, kompleks sekali. Kadang kita ada di posisi yang tidak gampang, dan aku menceritakan itu lewat laguku. Maka ketika ada persepsi aku menjual kemiskinan, wong aku sampai detik ini aja KPR gak di ACC. Rasanya aku pengen ngomong: "Hey! Kau tak pernah menjadi diriku." Tapi, itu persepsi, silakan."

"Aku menjawab dan sudah beribu-ribu kali menjawab, bahwa aku juga miskin dan aku menceritakan kemiskinanku dengan laguku. Kenapa lewat lagu? Karena hanya itu yang aku mampu. Ketika ada persepsi aku menjual kemiskinan, rasanya aku pengen ngomong: Hey! Kau tak pernah menjadi diriku..."

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner