Franky Sahilatua, Legenda Folk Tanah Air

Franky Sahilatua, Legenda Folk Tanah Air

By: Karel

 

 

Kalian mungkin semua mungkin sedang gandrung dengan suatu warna musik yang tenang, bersatu dengan alam, menyejukan, menghanyutkan, atau pun merakyat? Iya kan? Sebut saja itu folk, kawan! Ya, kalian disini adalah orang-orang yang tumbuh dengan Bob Dylan, Pete Seeger, Simon & Garfunkel, Joni Mitchell, Mumford & Sun, Nick Cave sampai yang sangat muram seperti Leonard Cohen. Hingga merunut ke Tanah Air, dimana sosok Iwan Fals dapat dibilang sebagai Bapak Folk-nya Indonesia. Tetapi tunggu dulu, ternyata ranah folk lokal mempunyai seorang masterpiece, dimana ia pun disanjung begitu terhormat oleh seorang Iwan hingga Chrisye. Sosok itu adalah Franky Sahilatua. Bila kalian sempat mendengar sebuah tembang legendaris berjudul “Kemesraan”, dialah orang paling penting di lagu itu. Dan janganlah mengaku sebagai seorang penikmat folk yang mejeng dengan style kemeja corduroy, rambut semi-semi gondrong, aksesoris kolot nan etnik, dan gitar kopong bila tak mengenang sosok satu ini.

Pria yang mempunyai nama lengkap Franklin Hubert Sahilatua lahir di Surabaya, 16 Agustus 1953, awalnya bercita-cita menjadi pelaut, namun kedua orangtuanya, Hubert Johannes Sahilatua dan Theodora Joveva Uneputi-Sahilatua tak mengijinkannya, maka anak ketiga dari tujuh bersaudara ini harus memendam cita-citanya itu. Setelah memupus impiannya, Franky mengaku tergelincir ke dalam dunia musik, kala ia masih duduk di bangku SMA Pemuda di Surabaya. Ketika kuliah di Akademi Akutansi Surabaya, ia sering diundang oleh teman-teman dari kampus lain untuk bernyanyi. Hasil uang dari menyanyi tersebut ia gunakan sebagai modal untuk pergi ke Jakarta mencari kesempatan masuk ke dunia rekaman.

Perjuangan untuk bisa masuk dapur rekaman dimulainya sejak tahun 1973 dan baru memperoleh kesempatan untuk rekaman di Yukawi pada tahun 1975. Album perdananya berlabel “Senja Indah di Pantai”, berduet dengan adiknya, Jeanne Maureen Sahilatua. Lirik lagu karya Franky pada masa Franky & Jane cenderung pada pemujaan alam, misalnya pada lagu "Musim Bunga” dan “Kepada Angin dan Burung”. Tuh kan awal karir dia sangat folky, friends!

Duet Franky & Jeanne ini memilih jalur musik yang terdengar irama country dan sempat menghasilkan lima belas album, yang semuanya di bawah Jackson Record. Setelah duet ini mengakhiri kerjasamanya, karena Jeanne menikah dan memusatkan diri pada keluarga, Franky lebih banyak bersolo karier. Di tahun 1992-1993, ketika himpitan atas kebebasan berkreasi mulai menjadi sebuah keresahan di kalangan seniman, dimana semua lini kesenian mulai menyuarakan jeritan, Franky pun turut tergerak. Manifestasi dari kesadaran kritisnya muncul dalam lagu-lagunya, seperti “Terminal”, “Orang Pinggiran”, “Perahu Retak”, “Menangis” dan “Di Bawah Tiang Bendera”.

Ketika atmosfer perlawanan dari masyarakat terhadap kekuasaan, konflik vertikal mulai lebih memanas, Franky mencoba untuk terus konsisten, ia pun menangkap momentum itu dan ia tuangkan dalam karya-karyanya, seperti lagu “Aku Mau Presiden Baru” dan “Jangan Pilih Mereka”. Selain itu Franky juga kerap melakukan penggalangan dana dan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang membutuhkan seperti hasil penjualan album Satu Hati produksi Solidaritas Indonesia (Solid), ia gunakan untuk membantu korban gempa di Yogyakarta dan sekitarnya. Franky ingin terus menyanyi dan tetap produktif karena ia tidak mau menjadi museum dan ingin tetap berapi. 

Pada hari Rabu, 20 April 2011, pukul 15.15 wib, penyanyi balada dan pencipta lagu “Kemesraan” ini menutup usia RS. Medika Permata Hijau karena sakit kanker sumsum tulang belakang. Jenazah pengagum Mahatma Gandhi, Bung Karno, Nabi Muhammad dan Yesus Kristus ini dimakamkan pada hari Jumat, 22 April 2011 di TPU. Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Franky meninggalkan seorang istri, Harwatiningrum, dan dua orang anak, Ken Noorca Sahilatua dan Delani Sahilatua.

 

 

Sumber: www.frankynjane.blogspot.com

Foto:          

Kaskus, Franky N Jane Blogspot, tabloid bintang.com, tribun news

View Comments (2)

Comments (2)

  • CeritaSurabaya
    CeritaSurabaya
    31 Aug 2015
    Franky Sahilatua akan selalu menjadi idola bagi penyuka lagu2 tenang, menyatu dengan alam dan musik yang idealis yang selalu bercerita tentang sosial lingkungan sekitar. Salam kami untuk karya-karya yang merakyat dan membumi. Tetaplah idealis disana Bung Franky.
  • CeritaSurabaya
    CeritaSurabaya
    31 Aug 2015
    Semoga akan muncul penerusmu, salam dari kami http://www.ceritasurabaya.com
You must be logged in to comment.
Load More

spinner