Gelombang Ultrasonik Untuk Pasien Alzheimer

Gelombang Ultrasonik Untuk Pasien Alzheimer

Alzheimer, membuat lupa diri kalian sendiri!

Ya, betul sekali coklatfriends, sebuah survey menyebutkan, sekitar 1 juta penduduk Indonesia telah mengidap penyakit Alzheimer. Sebuah kondisi degenerative yang menyebabkan pengidapnya kehilangan memori, perubahan dari perilaku, kebingungan , dan disorientasi ruang – waktu.

Walaupun sudah banyak sekali peneltitian yang dilakukan untuk mencari penyebab dan obatnya, tetap saja belum adanya jawaban yang memuaskan akan faktor apa saja yang memicu munculnya penyakit ini. Jika seorang dokter ingin mengecek seseorang memiliki resiko akan memiliki Alzheimer, dapat dilihat dari penumpukan plak amyloid-β pada lapisan otak. Lalu ditambah dengan berjalannya waktu, kinerja otak dari si pasien Alzheimer menjadi tidak maksimal, kurang efisien dikarenakan protein demi protein yang mulai hancur dan menghambat komunikasi antar sel dalam otak pasien.

Dilansir dari compusiciannews.com, di Australia dibentuk sebuah tim yang mencari cara agar mencegah plak yang menumpuk, gunanya tidak lain adalah untuk mengembalikan memori, dan mengurangi berkurang proses kinerja otak. Dimana ada percobaan, pasti akan mengalami kegagalan terlebih dahulu, begitu juga dengan tim ilmuwan ini. Blood – Brain Barrier atau Sawar Darah Otak, yang memang secara natural sudah ada di setiap otak manusia, dimana fungsi dari Sawar Darah Otak adalah mencegah masuknya bahan – bahan kimia ke sela – sela lapisan otak. Obat yang susah payah dibuat pun tidak dapat mencapai otak dan memecah plak, sehingga para penelti harus mencari cara lain untuk ‘merusak’ penghalang otak tersebut.

Selang waktu beberap minggu masa penelitian, tim ilmuwan Australian mengirim gelombang ultrasonic, rangkaian gelombang suara yang bergerak dengan frekuensi yang lebih tinggi, dari apa yang dapat didengar oleh manusia, dan diujicobakan ke otak tikus. Hasilnya, gelombang ultrasonic tersebut merangsang sel – sel tertentu dalam otak yang disebut mikroglia, yang bekerja sebagai system kekebalan otak, dan menyerang segala sesuatu yang seharusnya tidak ada disana. Dengan beraksinya sel mikroglia ini di dalam otak, peneliti menemukan bahwa plak yang menumpuk secara dramatis berkurang sebanyak 75% dari tikus yang diuji. Analisis selama beberapa minggu menunjukkan bahwa tikus tersebut telah menunjukkan perkembangan dalam otaknya.

Para peneliti berharap untuk menguji teknik mereka ini pada domba dengan penyakit Alzheimer sebelum beralih ke manusia.

 

Sumber : www.compusiciannews.com

Foto : protoplasmix.wordpress.com, articles.mercola.com

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner