Gema Karinding, Alat Musik Khas Sunda Yang Tersohor (part 2)
by: Bobby Agung Prasetyo

Sudah adakah dari kalian, yang mahir memainkan Karinding? Mudah saja untuk meminkannya, yakni disimpan di bibir, lalu tepuk bagian pemukulnya agar tercipta resonansi suara. Karindng biasanya dimainkan secara solo atau grup (2 sampai 5 orang). Seorang diantaranya disebut pengatur nada atau pengatur ritem. Di daerah Ciawi, dulunya karinding dimainkan bersamaan takokak (alat musik bentuknya mirip daun). Secara konvensional, nada atau piringan dalam memainkan karinding ada 4 jenis, yaitu: tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan.
Indonesia pada umumnya memiliki Karinding berukuran sekitar 10 cm x 2 cm tergantung pada selera si pembuat dan penggunanya karena ukuran ini kemudian akan mempengaruhi bunyi saat karinding tersebut dimainkan. Karinding terbagi menjadi 3 ruas, yaitu ruas pertama menjadi tempat mengetuk karinding dan menimbulkan getaran di ruas tengah. Di ruas tengah ada bagian bambu yang dipotong hingga bergetar saat karinding ditekuk dengan jari. Dan ruas ketiga berfungsi sebagai pegangan.
Karinding tidak dimainkan seperti halnya alat musik tiup biasa, tetapi karinding akan menghasilkan suara saat dikatupkan di bibir pengguna dan digetarkan pada ruas pertama sehingga tercipta resonansi suara. Karinding biasanya dimainkan secara solo atau grup yang terdiri dari dua sampai lima orang. Nada dalam memainkan karinding ada empat jenis yaitu: tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan.

Suara yang dihasilkan dari getaran jarum karinding biasanya bertekanan rendah (~20 dB). Ketukan dari karinding disebut dengan rahel, yaitu untuk membedakan siapa yang menepuk lebih dulu dan yang selanjutnya. Penepuk pertama menggunakan rahel pertama, penepuk kedua menggunakan rahel kedua, ketiga, dan seterusnya. Selain suara aslinya, karinding dapat menghasilkan berbagai macam jenis suara seperti suara kendang, gong, bass, rhythm, melodi, dan lain-lain. Bahkan pemain karinding dapat menciptakan suara khasnya sendiri berdasarkan cara menepuknya. Hal ini menyebabkan karinding dapat memiliki variasi suara yang indah.
*diolah dari berbagai sumber
Foto : Dokumen Istimewa
Comments (0)