Gema Karinding, Alat Musik Khas Sunda Yang Tersohor (part 3)
By: Bobby Agung Prasetyo
Perkembangan Karinding menempuh jalur yang cukup panjang. Awalnya karinding adalah alat yang digunakan oleh para karuhun untuk mengusir hama di sawah—bunyinya yang low decible sangat merusak konsentrasi hama. Karena ia mengeluarkan bunyi tertentu, maka disebutlah ia sebagai alat musik. Bukan hanya digunakan untuk kepentingan bersawah, para karuhun memainkan karinding ini dalam ritual atau upaca adat. Konon, Karinding ini dulunya digunakan oleh para kaum lelaki untuk merayu atau memikat hati wanita yang disukai. Maka dari itu, dapat kita duga bahwa karinding tempo dulu adalah alat musik yang populer di kalangan anak muda hingga para gadis pun akan memberi nilai lebih pada jejaka yang piawai memainkannya.

Alat musik karinding juga, sampai saat ini, dimainkan dalam ritual atau upacara adat di daerah setempat. Beberapa sumber menyatakan bahwa karinding telah diakui keberadaannya sejak lebih dari enam abad yang lalu. Dan ternyata karinding bukan hanya terdapat di Jawa Barat atau Priangan saja, melainkan dimiliki juga oleh berbagai suku atau daerah di tanah air. Karinding di Bali disebut genggong, di Jawa Tengah disebut rinding, dan di Kalimantan disebut Karimbi. Bahkan ada beberapa tempat di luar negeri menyebutnya dengan sebutan zeusharp (harpa milik dewa Zeus). Beberapa sumber menyatakan bahwa karinding telah ada bahkan sebelum adanya kecapi. Dari sisi produksi suara pun tak jauh berbeda, hanya cara memainkannya saja yang sedikit berlainan; ada yang di trim (digetarkan dengan di sentir), di tap (dipukul), dan ada pula yang di tarik dengan menggunakan benang. Sedangkan karinding yang di temui di tataran Sunda dimainkan dengan cara di-tap atau dipukul.
Karinding tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, khususnya masyarakat pertanian di Jawa Barat. Selain untuk mengisi kebosanan saat di ladang, resonansi suaranya dapat digunakan sebagai pengusir hama/serangga di sawah oleh para leluhur. Tekanan suara yang dihasilkan dari karinding memiliki desibel rendah (ultrasonik) sehingga dapat mengganggu hama yang datang. Selain untuk mengusir hama tanaman, suara ultrasonik juga dapat digunakan untuk memeriksa janin bayi yang ada di dalam kandungan dan sebagai alat navigasi untuk mengukur kedalaman laut.

*Diolah dari berbagai sumber
Foto: net
Comments (0)