Gema Karinding, Alat Musik Khas Sunda Yang Tersohor (part 4)
By: Bobby Agung Prasetyo
Ada yang menarik dari sejarah lahirnya Karinding. Dalam Kamus Ensiklopedia Sunda, alat musik tradisional khas sunda ini konon katanya lahir karena cinta. Konon, Kalamanda jatuh hati setengah mati kepada seorang putri Menak, Sekarwati. Ketika itu, orang tua si remaja putri yang dari kalangan bangsawan memagari ketat anaknya. Mereka dipinggit.
Kalamanda gelisah. Sudah sekian lama ia memendam rasa cintanya kepada Sekarwati. Akhirnya terbetik dalam benaknya membuat alat untuk berkomunikasi. Dari pelepah nira atau kawung, Kalamanda membuat sebuah waditra, yang kini dikenal dengan nama Karinding.
Alunan suara yang dihasilkan dari getaran sembilu kawung yang pipih itu mampu merasuk sukma Sekarwati. Akhirnya Kalamanda pun bersanding dengan gadis idamannya itu. Kalamanda menamai alat ciptaannya itu sekenanya saja, yakni Karinding. Wilayah Cineam ketika itu masih berupa rawa-rawa. Di lingkungan seperti itu, hidup binatang sawah kakarindingan.

Masyarakat di sekitar pesawahan menyukai binatang itu karena bentuknya lucu. Tentu saja sang gadis pujaan termasuk yang menyenanginya juga. Dengan spontan, Kalamanda menyebut alat musik yang dibuatnya dengan Karinding. Para pemuda lalu mengikuti jejak Kalamanda.
Sampai saat ini, Karinding masih dicap sebagai simbol cinta atau simbol kedewasaan, melihat dari sejarah masa lalunya yang tak hanya sebatas ritual adat, namun juga penarik perhatian kaum lelaki untuk para hawa. Jadi, apakah kalian para lelaki masa kini, tertarik untuk menarik perhatian wanita dengan cara memainkan Karinding?

*Diolah dari berbagai sumber
Comments (0)