Gema Karinding, Alat Musik Khas Sunda Yang Tersohor (part 5)
By: Bobby Agung Prasetyo
Seiring perkembangan zaman, alat musik karinding mulai terlupakan. Keberadaan Karinding mungkin tidak banyak yang mengenal. Meski usianya telah lampau, tapi bentuk maupun suaranya masih terasa asing di telinga masyarakat Sunda pada umumnya. Namun itu semua berubah ketika sekelompok anak muda di kota bandung mencoba menngenalkan alat musik ini kembali ke masyarat, contohnya grup musik lokal asal Bandung bernama Karinding Attack.
Karinding Attack dimotori oleh seniman bernama Man Jasad. Ia, merasa terketuk hatinya, ketika membaca artikel tentang punahnya alat musik Karinding. Kemudian bersama teman-temannya sesama musisi dan beberapa musisi karinding, Man Jasad membentuk Karinding Attack. Mereka muncul sebagai kelompok musik yang mensosialisasikan alat musik Karinding dan membawa warna baru pada ranah musik tradisional.

Karinding Attack menyatukan musik Karinding dengan musik rock atau cadas karena Sebagian besar anak muda kota bandung menyukai jenis musik itu. Sehingga mereka berpikir untuk mensosialisasikan karinding dengan nuansa cadas. Kesan kuno atas alat musik itu sendiri pun, berangsur-angsur hilang. Bahkan terkadang Karinding Attack mengkolaborasikan musik karinding dengan elemen musik lain seperti jazz, pop, melayu, dangdut bahkan rap. Usaha mereka tak sia-sia, hasilnya munculah berbagai komunitas karinding di Kota Bandung. Ada yang hanya menjadikan karinding sebagai hobi, atau bahkan membuat grup musik layaknya Karinding Attack.
Tak hanya di Bandung, bahkan grup musik karinding pun sampai ke Jepang. Di Jepang ada komunitas karinding yaitu Komunitas Karinding Jepang (Kokar). Komunitas ini mengkolaborasikan, karinding, celempung, kalimba (alat musik berasal dari afrika selatan), kecapi, suling, dan dilengkapi dengan kecrek. Tak tanggung-tanggung, grup musik ini membuat para penonton di salah satu event internasional yang diadakan UNICEF di Negeri Sakura berdecak kagum. Tak ketinggalan, musisi lokal Bandung lainnya pun memodifikasi karinding agar mudah dimainkan yaitu Karinding Toel. Sesuai dengan namanya, mereka memainkan dengan cara ditoel (dicolek) oleh jari tangan.

Karinding Toel adalah karinding hasil modifikasi Asep Nata, salah satu Dosen Karawitan di STSI Bandung. Karinding Toel hasil modifikasi ini memiliki kelebihan yaitu sudah mempunyai tangga nada, baik pentatonis maupun diatonik (do-re-mi-pa-so-la-si-do , da mi na ti la da). Bahkan saat ini, ada aplikasi yang memainkan karinding di Apple Store. Sekarangpun, beberapa SMA di Kota bandung menjadikan Karinding sebagai alat musik yang dipelajari di mata pelajaran Seni Musik.
*Diolah dari berbagai sumber
Foto: Dokumen Istimewa
Comments (0)