Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Workshop Lagu Baru
Banyak dari anak band yang greget, ketika di saat latihan teman bandnya selalu melakukan kesalahan – atau tampak bingung dalam mengisi. Akhirnya kita bilang ke dia, “Sini, biar saya tunjukin cara mainnya!” – dan ternyata, ini cara yang teramat salah.
Banyak dari kita yang pernah melakukan kesalahan sejenis ini. Nyatanya, ini bukan ide yang bagus – bahkan sekalipun jika temen bandmu yang minta langsung dengan bilang, “Bisa contohkan cara memainkannya (sesuai maksudmu)?”. Akan jadi kesalahan bila kamu meraih instumen musiknya, dan memberinya contoh (meski hanya untuk satu sesi lagu).
Setiap musisi pasti akan mencurahkan perhatian terbaiknya untuk lagu-lagu garapannya. Tapi jika kamu melakukan hal di atas, (sadar tidak sadar) kamu telah memberi kesempatan rekan se-band mu untuk meremehkan dirinya sendiri. Harap diingat, poin penting dalam nge-band bareng adalah colloborative effort – upaya agar kita bisa kolaboratif terhadap musisi lain. Mencontohkan secara langsung dan gamblang (meski kamu mampu memainkan lebih dari satu alat musik), hanya akan mempersempit daya kreasi kawanmu. Bahkan sekalipun jika kamu adalah pendiri/pemimpin band itu, never do that.
Misal, jika drummer band kamu tak bisa mengerti jenis swing-beat yang ada dalam benakmu, jangan mengusir dia dari drumkit demi memberinya semacam demonstrasi (sekalipun kamu bisa main drum). Berdialoglah, biarkan percakapan mengalir tenang. Respect antar personil akan terbangun dari momen dan proses semacam ini.
Yang harus kamu lakukan dalam menghadapi situasi demikian, adalah memberi dia semacam creative input. Ini adalah momen indah, camkan baik-baik. Bayangkan, kamu akan membantu mengarahkan kawanmu dengan bahasa lisan. Jelas, menjabarkan konsep lagu dengan kata-kata itu sangat butuh effort tersendiri; ketimbang ‘membahasakannya’ dengan bebunyian. Ditambah lagi jika kamu tak bisa memainkan alat musik selain posisimu dalam band. Kawanmu – dalam waktu sesingkat itu – harus langsung menyerap gambaran konsep musik darimu, dan langsung menerjemahkannya menjadi bahasa audio. Kalian mencoba beberapa eksperimen demi mencapai satu titik mufakat musikal. Inilah, proses indah yang sedang terjalin dalam bandmu. Inilah titik mula kreativitas.
Dialog yang pas untuk membuka percakapan, contohnya bisa demikian: “Kasih tahu saya tentang idemu mengenai lagu ini. Kita akan mencoba mendekatkan sould masing-masing, dalam sound yang tepat. Karena saya akan tetap bereksplorasi.”
(sumber foto: PINI MG / Jack Johnson)
Comments (0)