Hellmouth, Bermusik Di Luar Batas Kewajaran Manusia
Hellmouth salah satu band cadas dari Bandung Timur ini terbentuk pada April 2014. Awal terbentuk band ini adalah dari ketidaktahuan mereka tentang bagamaina cara bermusik dengan baik dan benar sesuai aturan. Mengusung genre grindcore karena bagi mereka, genre ini adalah musik yang diluar batas kewajaran manusia (kata mereka).
Nama Hellmouth sendiri yang berarti iblis, namun diartikan lebih sederhana oleh mereka. Hell yang berarti neraka dan mouth yang artinya mulut, mereka artikan sebagai gerbang neraka. Seakan menjadi ucapan “selamat datang” bagi para penikmat musik full speed ketika menyantap lagu – lagu mereka. Pengaruh dari dedengkot grindcore seperti Naplm Death, Rotten Sound, diracik dalam lagu – lagu mereka yang lebih terfokus tentang isu – isu sosial.

Seperti dalam lagu “Bukan Panutan”, dan lagu “Melayani Siapa”, kedua lagu tersebut sangat menyoroti tentang isu sosial yang berkembang dalam kehidupan sehari – sehari. “Bukan Panutan” lagu yang menceritakan tentang seorang sosok yang seharusnya menjadi panutan yang baik bagi orang disekitarnya, namun bertindak sebaliknya. “Melayani siapa”, lagu yang menyoroti kinerja aparatur Negara yang seharusnya malayani dan mengayomi masyarakat, namun dalam kenyataan entah melayani siapa.
Kritik – kritik sosial yang mereka sampaikan disajikan secara apa adanya dengan balutan sound kasar noise khas grindcore, menjadikannya begitu “mengena” bagi siapapun yang mendengarkan. Dengan formasi Hakim (vocal), Irham (Guitar), Gin-gin (Bass), dan Ilham (drum), Hellmouth mencoba menyajikan musik “adrenalin”, yang dipadukan tanpa keselarasan, dan keharmonisan, namun tetap BUAS!

Fan Page : https://www.facebook.com/pages/Hellmouth-Grindcore
Twitter : https://twitter.com/HellmouthGrind
Contact Person : 08978885694, Pin 31591DA2
Foto : Hellmouth Docs.
Kontributor : Yoggi Darwis
Comments (0)