Hentakan Monkey To Millionaire dalam Inertia
Monkey to Millionaire, band indie rock alternatif yang berasal dari Jakarta,telah merilis album keduanya Inertia beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Monkey To Millionaire sudah merilis album pertama berjudul Lantai Merah di tahun 2009. Dari album tersebut, Monkey To Millionaire sukses merebut hati pecinta musik rock dengan single-single seperti Strange Is The Song In Our Conversation dan Rules & Policy.
Di album teranyar ini, Inertia memamerkan wujud terkini dari Monkey To Millionaire pasca pergantian personel mereka. Dibuka dengan lagu Humiliation, list ini cocok ditempatkan pada track pertama. Hentakan drum dan intro riff gitar membuat yang mendengarnya dapat mengadukan emosi yang ada. Masuk ke track delapan, yang berjudul Ruang Jasa. Gitar akustik yang mendominasi lagu Ruang Jasa membuat musik mereka terdengar seperti musik folk. Ditambah lirik yang tidak secara langsung bercerita tentang cinta.

Monkey To Millionare dalam album Inertia membawa unsur Garage Rock dan Grunge. Di Jail on fire mereka sedikit memainkan sound dari Nirvana, The Hives, The Vines, Weezer dan juga Foo Fighters. Di lagu lain juga seperti Parade, walau suara sang vokalis hampir mirip dengan Howlin’ Pelle Almqvist dari The Hives, tapi lagu Parade ini justru terdengar seperti perpaduan antara Foo Fighters dan Nirvana. Monkey To Millionaire berusaha keluar dari zona nyaman mereka dan menjelajahi teritori baru yang menjanjikan hal-hal tak terduga. Dalam Inertia masih punya nomor-nomor manis “Senja Membunuh” serta “Summer Rain” yang tetap nyaman untuk dinyanyikan.
Yang jelas Inertia sudah cukup mengobati kerinduan pada Street Millionaires (sebutan fans Monkey To Millionaire) yang telah sekian lama menunggu rilisan baru dari mereka. Album ini bisa dijadikan rekomendasi buat yang suka dengan musik beraliran alternative rock.
Sumber foto istimewa
Comments (0)