HOLY ROCK SKATE PUNK!!!
Part 1 : Global Story
Skate punk lahir sebagai bentuk lain dari musik punk rock, ada racikan hardcore juga dan sangat kental dengan spirit dan statement-statement mengenai skateboard. Awalnya skate punk di Oxnard, California, hampir menyerupai nardcore. Musiknya cepat dan agresif, namun melodius dengan vokal yang harmoni. Instrumen yang biasa digunakan termasuk terdistorsi gitar dan surfing rock-style drum. Banyak juga band-band punk skate cocok dengan genre pop punk, hardcore punk, hardcore melodis dan thrashcore. Para pemain skate punk tentunya adalah para skaters.

Syahdan awal 1980-an di California, skateboard menjadi sangat populer dan dianggap sebagai suatu bentuk pemberontakan di kalangan anak-anak muda. Dari ranah ini lahir band-band seperti Dr. Know, Agression, Suicidal Tendencies, Stalag 13, Agent Orange, Ill Repute, yang sangat terpengaruh oleh Black Flag, JFA, dan Minor Threat. Big Boys dari Texas dan JFA dari Arizona diakui secara luas sebagai band Skate punk pertama. Band-band seperti RKL, Stalag 13, dan Suicidal Tendencies disebut sebagai gelombang pertama gerakan skate punk.
Dekade selanjutnya, ranah musik skate punk semakin dikenal dan sukses secara komersial. Acara-acara besar seperti Warped Tour dan X-Games mulai menampilkan musik skate punk. Pennywise, NOFX, Millencolin, Pulley, Guttermouth dan terutama The Offspring dan Blink 182 adalah band-band yang muncul di era ini. The Offspring dan Blink 182 bahkan kemudian dirilis oleh perusahaan rekaman besar. Popularitas ini menyebar dengan luas tahun 1990an ke Eropa, Jepang, dan Amerika Selatan. Di Jepang berdirilah Bells On Records yang menjadi salah satu tonggak kebangkitan skate punk. Label ini merilis puluhan band skate punk dari seluruh dunia.
Tentu saja, perkembangan skate punk di Indonesia tidak lepas dari masuknya skateboard sendiri di Indonesia. Skateboard mulai masuk Indonesia tahun 1980an. Saat itu peminatnya masih sangat sedikit, namun perlhan ranah ini berkembang semakin besar sejalan dengan waktu. Para skater mendapatkan informasi tentang skateboard dengan cara menonton video atau membaca majalah skateboard dari luar negeri. Cara mendapatkannya pun tergolong tidak gampang, biasanya salah seorang teman memiliki kakak atau orang tua yang bekerja di luar negeri dan menitipkan oleh-oleh berupa video atau majalah skateboard, bahkan mungkin ada yang dibelikan skateboard lengkap yang masih tergolong sulit pula dibeli di Indonesia. Di Jakarta, dua tempat yang penting bagi ranah skateboard tahun 1990an adalah Senayan dan Lebak Bulus. Dari ranah ini banyak sekali penggemar musik yang bermain skateboard dan kemudian menjadi musisi-musisi penting masa kini. Di Bandung, Taman Lalu Lintas adalah kawasan paling penting dalam perkembangan skateboard dan musik. Banyak sekali musisi-musisi penting yang lahir dari ranah skateboarding Taman Lalu Lintas.
Pertengahan 1990an, skateboard berkembang semakin pesat. Tahun 1996, Craig Huddleston membuka sebuah toko yang menjual alat-alat surf, skate, dan street apparel dengan nama City Surf. Toko tersebut menjual segala pernak pernik peralatan untuk surfing maupun skateboarding. Dengan perkembangan pemikiran yang semakin kritis atas potensi skateboard di Indonesia, akhirnya Huddleston selaku pemilik City Surf memiliki inisiatif menggelar kejuaraan skateboard tahun 1998 di Jakarta. Di masa-masa selanjutnya, skateboard berkembang semakin pesat lagi di ndonesia, dan dari ranah inilah kemudian lahir band-band skatepunk pertama di Indonesia.
Bersambung...
Comments (0)