Ilmu Pengetahuan, Bahasa dan Efektivitas Musik

Ilmu Pengetahuan, Bahasa dan Efektivitas Musik

By : D. Bramtyo

Wow, ternyata hal ini bisa menambah efektifitas belajar seseorang. Manfaat musik bukan saja menyangkut perasaan senang, sedih saja, tetapi menurut psikolog klis Dr. Emma Gray, sesaat ketika kita sedang belajar, sambil mendengarkan musik akan membuat efektifitas belajar kita meningkat.

Dikutip dari http://id.theasianparent.com/,  Dr Emma bersama dengan Spotify, sebuah perusahaan layanan musik digital, melakukan penelitian terhadap pelajar-pelajar yang mendengarkan musik sambil belajar. Bukan hanya musik klasik, tetapi musik-musik pop terbaru pun memiliki dampak pada beberapa mata pelajaran tertentu.

Beberapa mata pelajaran ini, banyak sekali di temui di kurikulum pendidikan Indonesia. Berikut rangkumannya :

1. Pelajaran IPA, IPS dan Bahasa Indonesia

Pelajaran IPA, IPS dan Bahasa memerlukan kemampuan untuk memproses informasi faktual dan menyelesaikan masalah. Untuk pelajaran-pelajaran tersebut, kita lebih menggunakan otak bagian kiri.

Bila mendengarkan musik dengan irama 50-80 ketukan per menit, musik lembut tersebut akan menenangkan otak sehingga dapat lebih berpikir logis dan mengingat fakta baru.

Sarankan untuk mendengarkan musik seperti Man Down (Rihanna), Halo (Beyonce), Breakin’ Up (Gwen Stefani), Wide Awake (Katy Perry) dan sejenisnya ketika mempelajari pelajaran-pelajaran tersebut di atas.

2. Pelajaran Matematika

Manfaat musik klasik memang tak perlu diragukan. Mendengarkan musik klasik yang memiliki irama 60-70 ketukan per menit yang dapat membantu belajar lebih lama dan menyerap lebih banyak informasi. Variasi melodi dan nada pada musik klasik menciptakan kondisi yang kondusif ketika belajar matematika.

Statistik menunjukkan bahwa pelajar yang mendengarkan musik klasik saat belajar matematika memiliki nilai ujian 12% lebih tinggi daripada pelajar yang tidak melakukannya. Ketika diuji coba kepada pelajar-pelajar di berbagai tingkatan kelas, hasilnya sama.

Contoh musik klasik dengan irama 60-70 ketukan per menit : Fur Elise (Ludwig van Beethoven), Largo (George Frideric Handel), Waltz in D Flat Major (Chopin), Swan Lake (Pyotr Ilyich Tchaikovsky), dsb.

 

3. Bahasa Inggris dan Kesenian

Otak kanan memproses pemikiran yang original dan kreatif. Peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik pop dan rock yang menggugah emosi dapat menimbulkan rasa senang serta menambah kemampuan artistik.

Perdengarkan lagu-lagu semacam Firework (Katy Perry), Diamonds (Rihanna), I Can’t Get No Satisfaction (Rolling Stones), dsb ketika belajar bahasa Inggris dan kesenian!

Nah bagaimana coklatfriends? Musik itu engga Cuma untuk senang – senang aja kan?\

Cobalah praktekkan hal ini selama beberapa minggu dan perhatikan apakah musik benar-benar bermanfaat.

Foto : Istimewa

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner