Indorock, Akar Bawah Awal Musik Non-Arus Utama
by: Bobby Agung Prasetyo

Pada pertengahan tahun 1950-an, musisi Indonesia yang tersebar di banyak kota di Belanda, terutama di Den Haag sebagai salah satu kota dengan populasi orang Indonesia terbanyak, sering mempertunjukkan kebolehan bermusik mereka dalam pesta setiap akhir pekan yang dikunjungi oleh anak-anak muda Indonesia dan Eropa. Menarik mencermati bagaimana sebenarnya yang dilakukan oleh kaum migran Maluku di Belanda ini cenderung melawan arus konservatisme Belanda saat itu.
Berbeda dengan anak-anak muda Belanda yang lebih memilih membawakan musik jazz karena citra musik rock ‘n roll yang urakan, justru anak muda Indonesia berani memainkan musik rock ‘n roll dan Hawaiian yang saat itu tengah menjadi tren, selain tentu saja, musik keroncong sebagai salah satu ujud menumpahkan kerinduan mereka akan tanah air nun jauh. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, perpaduan antara beragam musik inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Indorock. Setiap kota kemudian memiliki ciri khasnya sendiri dan membentuk scene indie-nya masing-masing.

Gaya musisi Indorock yang tidak lazim bagi arus utama musik di Belanda saat itu memang memancing cercaan dari banyak pihak. Piet Muys, pemerhati musik dari Belanda mencatat bagaimana aksi The Tielman Brothers yang untuk pertama kalinya disiarkan oleh stasiun televisi Belanda (AVRO) pada Januari 1960 sebagai “pertunjukan rock ‘n roll yang sungguh sensasional dan liar, yang tidak pernah muncul di TV Belanda. Benar-benar sulit ditandingi.
Rock ‘n roll dari anak muda Indonesia ini sungguh begitu menghangatkan jiwa kita di negara yang dingin dan ortodoks ini, namun pengamat TV dan pakar musik berpikiran lain. Segudang kritik negatif langsung dicetak di koran-koran. Eksperimentasi gitar dan aksi panggung yang “tidak sesuai norma konservatif” Belanda yang diusung oleh para musisi ini memang melahirkan caci-maki, namun perhatian besar yang tersorot pada mereka di sisi lain langsung merebut hati massa yang sontak menjadi penggemar fanatik mereka.

*diolah dari berbagai sumber
foto: istimewa
Comments (0)