Insomnia dan Musik

Insomnia dan Musik

Sebuah meme terpublikasi dalam jejaring social media foto instagram, bunyinya seperti ini “I Am Not A Morning Person”, yang artinya sendiri kurang lebih “Saya bukan Orang (yang bangun) ‘Pagi’”. Yap, gejala insomnia saat ini, menyerang berbagai umur di kalangan masyarakat urban. Insomnia sendiri adalah gejala gangguan tidur atau bahasa medisnya, kelainan dalam pola tidur yang berupa kesulitan untuk tidur, biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun, disorientasi ruang dan waktu, sosialisasi, dan persepsi.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit, depresi atau stress akibat adanya masalah psikologis. Namun saat ini banyak sekali faktor eksternal lain, mulai dari tuntutan pekerjaan, dan gaya hidup individu tertentu yang terkadang menjadi indikasi munculnya insomnia.

Bisa juga kalian tonton film "Fight Club", dimana aktor utam yang diperankan Edward Norton menderita iinsomnia akut, yang pada akhirnya memiliki dua kepribadian ganda. Split personality istilah psikologinya. 

Nah, pandangan medis pernah diurai dalam bentuk artikel, dan menurut tulisan yang dibuat oleh dr.Andri,SpKJ,FAPM (Psikiater, Psychosomatic Medicine Specialist RS OMNI Alam Sutera, Tangerang Selatan; Insomnia juga merupakan indikasi sesorang mengalami gangguan jiwa, tidaklah heran ketika Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) dibuat, Insomnia masuk dalam kategori kompetensi atau kemampuan yang segera ditangani oleh seorang dokter umum.

Banyak pasien yang mengalami gangguan tidur terindikasi juga mengalamui gangguan jiwa yang lebih berat, adalah depresi dan gangguan kecemasan merupakan dua factor kemunculannya.

Kasus 1. Insomnia pada Depresi Pasien seorang wanita 45 tahun dengan keluhan rasa putus asa dan tidak ada gairah hidup lagi. Pasien mengalami masalah dengan usahanya dan terlibat dengan kasus hukum perdata yang belum bisa diselesaikan dengan baik sampai saat ini. Gejala seperti mudah lelah, tidak bergairah, suka melamun mulai datang ketika masalah sudah berjalan sebulan. Kondisi mirip depresi ini kemudian diperberat dengan kesulitan tidur yang dialami pasien. Pasien bisa tertidur tetapi terbangun lebih awal pada dini hari dan tidak bisa tidur kembali. Setelah 3 bulan mengalami masalah ini dan tidak bisa mengatasi sendiri dengan terapi sendiri (pasien menggunakan obat batuk dan paracetamol untuk membantu tidur), akhirnya pasien berkunjung ke saya di Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera. Diagnosis pasien ditegakkan sebagai Depresi Mayor.

Pengobatan dengan antidepresan yang adekuat dan bantuan obat anti insomnia dosis ringan diberikan kepada pasien. Awal sebulan pertama perubahan belum banyak terjadi namun memasuki bulan kedua gejala depresi membaik dan gejala tidur sudah kembali normal. Pasien meneruskan pengobatan antidepresannya namun sudah tidak lagi menggunakan obat anti insomnia. Kasus 2. Insomnia pada Gangguan Kecemasan Kasus ini paling banyak ditemukan di Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam SUtera tempat dr. Andri bekerja. Pasien dengan keluhan kesulitan tidur sering didapatkan pada pasien-pasien gangguan kecemasan.

Bedanya pasien gangguan tidur pada gangguan cemas lebih sering mengeluh sulitnya tidur sedangkan pada pasien depresi lebih mengeluh pada kualitas tidur yang buruk dan pendeknya waktu tidur. Pasien gangguan kecemasan yang mengeluh sulit tidur biasanya bahkan mengatakan tidurnya baru bisa setelah jam 4 pagi sehingga kualitas hidup terganggu sekali. Karakter tidur yang sering dikatakan pada pasien cemas memang sulit memulai tidur. Obati Kondisi Dasar Kasus insomnia merupakan kasus yang paling sering dialami oleh pasien gangguan jiwa. Apapun dasar diagnosis pasien, banyak masalah gangguan tidur sebenarnya didasari oleh masalah kejiwaan seseorang. Walaupun sebagai seorang dokter kita harus menyingkirkan adanya bermacam gejala gangguan tidur yang disebabkan oleh penyakit medis (jantung, diabetes,prostat, kanker), pada prakteknya kasus insomnia lebih sering terkait gangguan kejiwaan. Selain harus mengatasi kondisi dasarnya, pasien gangguan tidur sering kali harus diubah pola tidurnya juga.

Sering didapatkan masalah gangguan tidur yang dialami pasien berkaitan dengan masalah yang terkait tidak teraturnya pola tidur terutama pada pasien anak muda yang sering begadang lewat tengah malam. Masalah yang seperti ini harusnya ditangani secara berbarengan dengan mengatur pola tidur yang sering kali kacau tersebut. Penggunaan obat tidur saja untuk membantu pasien insomnia atau gangguan tidur lainnya sering kali dibutuhkan untuk pasien ini. Namun jangan pernah lupa bahwa pengobatan insomnia yang didasari oleh gangguan kejiwaan tidak cukup hanya dengan obat anti insomnia. Penggunaan obat anti insomnia sendiri tanpa mengobati gangguan dasarnya malah akan membuat penggunaan obat anti insomnia berlangsung lama dan malahan punya potensi ketergantungan.

Kunjungi dokter psikiater jika gangguan tidur sudah berlangsung lebih dari sebulan dan dokter pelayanan primer anda belum memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi insomnia anda. Jangan bergantung pada pengobatan sendiri apalagi sampai membeli obat anti insomnia golongan benzodiazepine (alprazolam,diazepam,estazolam,lorazepam) dan menggunakannya sendiri tanpa pengawasan psikiater. Hati-hati karena sering kali masalah ketergantungan obat penenang ini diawali oleh penggunaan yang salah dan berlebihan di awal terapi

Selain mencoba mengobatinya dari sisi medis, beberap hal yang bisa dilakukan adalah melakukan olahraga yang teratur, hindari asupan makanan atau minuman yang berlebihan sesaat sebelum tidur, buatlah tempat tidur yang nyaman, kurangi asupan minuman yang sifatnya stimulant, alcohol, rokok, kopi, teh, serta rokok. Selain beberapa hal yang sudah disebutkan sebelumnya, terapi dengan mendengarkan musik juga bisa bermanfaatn mengurangi insomnia. Bahkan musik juga diberdayakan sebagai terapi, untuk pasien skizofrenia, seperti yang dilakukan oleh Dr Michael Breus PhD dalam penelitiannya.” ketika seseorang tertidur, detak jantungnya akan mulai melambat, dan bergerak sekitar 60 denyut permenit. Beberapa studi yang dilakukan menemukan bahwa musik dengan irama sekitar 60 denyut permenit dapat membantu orang tertidur pulas. Sehingga, musik dengan irama pelan dapat menyesuaikan dengan denyut jantung tersebut”.

Mau mencoba?

Silahkan kunjungi dua web di bawah ini,

http://terapimusik.com/mengatasi_insomnia_kronis.htm

http://simomot.com/2013/12/26/insomnia-download-dan-dengar-musik-terapi-ini/

Sumber tulisan :

http://www.kompasiana.com/psikosomatik_andri/anda-insomnia-hati-hati-gangguan-jiwa-mendekat_54f79f0fa33311d4178b45ef
http://penyakitinsomnia.com/

http://fokusmedan.com/article/25147

Foto : Net

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner