JALAN PEGANGSAAN SAKSI HIDUP KEBANGKITAN MUSIK INDONESIA

JALAN PEGANGSAAN SAKSI HIDUP KEBANGKITAN MUSIK INDONESIA

Jika membahas sejarah musik pop di Indonesia, rasanya kurang jika tidak memasukan Jalan Pegangsaan sebagai daerah yang bersejarah. Banyak mahakarya terlahir dari sekumpulan pemuda yang berkumpul di Pegangsaan dan menjadi inspirasi bagi generasi setelahnya. Fenomena bermusik yang dimainkan oleh komunitas musik di sekitar wilayah Pegangsaan pun muncul pada Tahun 70-an.

Tahun 1975 sebuah grup rock “Gipsy” yang beranggotakan Guruh Soekarno Putra, Keenan Nasution, Oding Nasution, Christian Rahadim Roni Harahap dan Abadi Soesman terbentuk di Jalan Pegangsaan.

Guruh Gipsy adalah salah satu pelopor genre progressive rock di Indonesia, yang mempunyai ciri khas terdapat sentilan dan kritikan tajam yang ditulis dalam tiga bahasa pada pada liriknya. Selain itu masih ada nama-nama musisi familiar yang ter”lahir” di wilayah ini, Eros Djarot salah satunya.

Cita-cita mereka dalam bermusik sama, yaitu menaikan harkat musik Indonesia. Pada masa itu mereka adalah para pemuda yang sama-sama berjuang bagi dunia musik Indonesia.  Semua itu berawal dari kekhawatiran kepada band-band anak negeri yang bermain musik tidak dengan semangat orang Indonesia. Mereka lebih menyukai memainkan lagu-lagu rock yang berasal dari luar negeri.

Tahun 1977 lahir sebuah album fenomenal “Badai Pasti Berlalu” yang terinspirasi dari film besutan Teguh Karya. Beberapa nama musisi dari Pegangsaan turut terlibat dibalik kesuksesan album ini, antara lain Eros Djarot, Debbie Nasution, Keenan Nasution, Yockie Surjoprajogo, Fariz RM, dan Berlian Hutahuruk. Nama-nama yang pada awalnya hanya dikenal oleh segelintir orang didalam komunitas, akhirnya dikenal oleh masyarakat luas.

Saat ini keberadaan mereka menjadi insprasi dalam bermusik. Karya-karya yang lahir di Jalan Pegangsaan menjadi suatu tolak ukur kualitas sebuah musik. Kontribusi komunitas yang terbentuk di Jalan Pegangsaan mempunyai andil dalam perkembangan musik Indonesia.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner