Jenis Mobil Pada Artwork Album Visible Idea of Perfection (The S.I.G.I.T)
Megarockstar Bandung ini mencoba menyimbolkan banyak hal melalui sampul albumnya; termasuk objek-objek surreal yang asyik untuk diamati.
The Super Insurgent Group of Intemperance Talent (The S.I.G.I.T) sudah punya beberapa rilisan fisik, di antaranya Visible Idea of Perfection (2007) dan Detourn (2014). Dua album penuh ini sukses memperkokoh eksistensi Rektivianto Yuwono dan kawan-kawan, sebagai salah satu rockstar berkualitas milik Indonesia. Umumnya, bagi musikus rock, style menjadi hal penting. Baik style dalam berbusana, maupun style dalam mengemas artwork.
Dalam full-album pertama The S.I.G.I.T, Visible Idea of Perfection, sampul album bergambar lahan parkir yang dipenuhi sederet mobil klasik. Tampak sedan-sedan jadoel semacam Cadillac, Pontiac, Holden, dan lain-lain, mejeng dengan flamboyan. Dari kejauhan, tampak ada gedung-gedung pencakar langit berdesain antik. Warna sampul ini didesain seperti colour-system pada foto hasil kamera antik, yang dipadukan dengan dengan efek pewarnaan polaroid dan posterized. Warna toska dan biru keabu-abuan terasa dominan, berkat dua objek tedepan (mobil) berkontras biru pudar (mendekati spektrum pastel).
Setelah diamati lagi, sampul album yang juga dirilis oleh Caverman! Records (Australia) ini, ternyata memuat watermark tipis berukuran besar, bertuliskan The Super Insurgent Group of Intemperance Talent, nama si band itu sendiri – yang tampil menggunakan font bertema skateboard dan ditempa dengan efek emboss. Kesan flamboyan segera bergeser menjadi macho.
Lalu di sisi kiri bawah, ada suatu vocal-point (objek menonjol) berwarna putih yang bentuknya abstrak. Sekilas tampak seperti bekas sobekan/kertas yang mengelupas. Bisa jadi, konsep dasar sampulnya memang surrealism (mengingat Rekti sangat menyukai subgenre seni rupa satu itu). Ibaratnya, ada selembar foto (atau kartu pos) hasil jepretan polaroid, yang awalnya sempat tertempel stiker label harga. Lalu label itu dicabut dengan kasar, hingga meninggalkan bekas sobekan. Kondisi foto itu dikonversi bulat-bulat, apa adanya, menjadi gambar posterized-effect.
Setelah ditilik lagi, ternyata saya punya pandangan kedua yang lebih sederhana. Bisa jadi, objek putih abstrak itu bukanlah bekas kertas mengelupas, bukan pula warna foto yang luntur, apalagi penampakan sejenis orbs. Setelah menyimak lebih seksama, saya sadar bahwa salah satu objek mobil ternyata diparkir menghadap kanan. Ternyata, objek putih itu adalah kepulan asap knalpot (huft). Ya, ternyata mobil itu bagian belakangnya menghadap kiri.
Pada awalnya saya mengira itu adalah bagian depan (kap) mobil. Unik juga, ketika sadar bahwa sedan antik itu punya desain berbeda. Knalpotnya memiliki dua lubang, kiri dan kanan. Ketika perspektif ini disorot dari samping, bentuknya bukan seperti dua lubang knalpot, melainkan tampak seperti dua lampu depan. Okay, saya tertipu – tapi setidaknya, inilah keasyikan khusus yang hanya akan kita rasakan ketika punya rilisan fisik dari sebuah band bagus. Because I think, SPOTIFY doesn’t offer kinds of joy like this.
Sumber foto : FFWD Records
Comments (0)