Jurnal Harian Dalam Bentuk Mini Album Milik Pemuda Suka Klabing
Sebuah grup orkes Pemuda Suka Klabing menuliskan jurnal harian mereka dalam bentuk lagu, dengan tema beragam, dari mulai dunia perkuliahan sampai dinamika kehidupan para selebgram
Sebuah grup orkes bernama Pemuda Suka Klabing (selanjutnya disebut PSK), yang dibentuk dari hasil kesepakatan untuk mengeksplorasi musik, yang saat itu di Bandung hampir jarang didengar oleh anak muda, atau bahkan orang tua sekalipun. Mereka melihat adanya kekosongan genre musik orkes ini, yang mereka olah sedemikian rupa, salah satunya dengan memasukan unsur synthesizer kendang elektrik, dengan gabungan musik reggae dan bebunyian melodi gitar khas musik orkes.
Ketika ditanya tentang kenapa mereka menamakan grupnya Pemuda Suka Klabing, mereka menuturkan jika hal ini berdasar kepada pengalaman mereka yang sering manggung di malam hari, baik itu di cafe atau di club, dan disanalah grup ini dibentuk, tepatnya pada bulan Juli 2017 ini.
Seiring perjalanan bermusiknya, grup ini berencana akan merilis mini album perdana mereka, yang rencananya akan dirilis pada awal tahun 2018. DCDC mendapat bocoran materi mini album mereka, dan menuliskan sedikit gambaran yang DCDC tangkap dari isi mini album mereka tersebut, sebelum nanti awal tahun depan mereka rilis.
Membuka mini albumnya dengan lagu “Hari Merdeka”, hasil gubahan musik (yang menurut istilah mereka) orkes elektronik, yang dibumbui brass scetion ala marching band. Sebuah pembuka, yang seperti menegaskan kata merdeka, dalam bermusik para personil grup orkes modern Pemuda Suka Klabing, atau disingkat jadi PSK. Secara liar dan sembarangan, lagu nasional yang biasa dibawakan dengan khidmat ini, diolah menjadi lebih cair dengan musik riang gembira, khas musik orkes, yang provokatif mengajak pendengarnya untuk berjoget, mengikuti suara synthesizer kendang elektrik, dengan sedikit sentuhan pola ritmis gitar reggae, dan tentunya melodi khas musik orkes itu sendiri.
Comments (0)