Jurnal Perjalanan: DCDC x Rebel Dirt Bike

Jurnal Perjalanan: DCDC x Rebel Dirt Bike "Raining Blood", 30 Desember 2017

Menyimak perjalanan para musisi musik ekstrim yang terkumpul dalam Rebel Dirt Bike.

Menuju penutupan tahun, gerombolan pemicu adrenalin yang tergabung dalam klub motor trail adventure bernama Rebel Dirt Bike melibas jalur off-road dari daerah Taraju, Tasikmalaya menuju titik akhir di Lapangan Kiara Kohok, Cikelet, Garut. Dimulai pada tanggal 30 Desember 2017, mereka memulai perjalanan sekitar jam 9 pagi waktu setempat, dan harus melewati jalur-jalur ekstrim, melintasi hutan dan gunung sejauh lebih kurang 80 km.

Rebel Dirt Bike sendiri diisi oleh para musisi bawah tanah, khususnya kota Bandung yang juga menasbihkan dirinya sebagai pecinta olah raga ekstrim. Pada gelaran DCDC x Rebel Dirt Bike “Raining Blood”, terhitung lebih kurang 40 motor ikut terlibat dalam perjalanan ini. Addy Gembel (Forgotten), Bebi (Beside), Okid (Gugat), Phopi R. A (Lose It All), Aries Rafly (Kaluman), Yuli (Jasad), Adith (Joey The Gangster), dan Gabriel (Goredeath) adalah beberapa dari sekian banyak musisi yang turut serta di acara kali ini.

Menurut Addy Gembel, jalur yang dilewati di hari pertama terbilang sangat sulit. Jalur single track yang berada di antara tebing dan jurang adalah salah satu area berbahaya yang harus dilewati. Resiko jatuh ke dalam jurang sangat mungkin terjadi, dan itu dialami oleh Addy Gembel. Ia harus mendapati dirinya terperosok hingga lebih kurang lima meter ke dalam jurang. Phopi R. A pun sempat jatuh hari itu. Bagian kanan dari perutnya menghantam keras stang motor dan ia berguling beberapa kali di atas tanah. Beberapa kawan lain pun mengalami kejadian-kejadian serupa. Tetapi, tidak ada dari mereka yang mengalami luka serius dan mereka tetap mampu melanjutkan perjalanan.

Perjalanan mereka dipimpin oleh seorang crosser yang merupakan warga lokal. Ia tahu betul kondisi jalur dan tingkat kesulitan yang harus dihadapi. Di satu titik, di tengah hutan antah berantah, dengan kondisi lelah dan beberapa motor mengalami kendala setelah beberapa jam berada di jalur, mereka akhirnya menarik mundur dan memutuskan untuk keluar jalur. Mereka kembali mencari jalan aspal untuk melanjutkan perjalanan ke titik selanjutnya. Hari sudah mulai gelap saat itu, dan adalah hal yang cukup beresiko jika hingga malam hari mereka masih harus terjebak di tengah hutan.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner